Jadilah Baik Tanpa Menjelekkan Orang Lain
Ada sebuah cerita yang mengingatkan kita tentang sesuatu. Begini.
Seorang Guru membuat garis sepanjang 1 meter di papan tulis, lalu berkata :
"Anak-anak, coba perpendek garis ini!"
Anak pertama maju ke depan kelas, ia menghapus 20 cm dari garis itu menjadi 80 cm.
Pak Guru mempersilakan anak ke 2.
Ia pun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 60 cm.
Anak ke 3 dan ke 4 pun maju ke depan kelas melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20 cm.
Terakhir, seorang anak yang BIJAK maju kedepan.
Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20 cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dari garis yang pertama.
Apa yang dilakukan anak ini sungguh diluar perkiraan. Tapi apa yang dia lakukan menunjukkan kebijaksanaan yang dalam.
Sang Guru menepuk bahunya seraya berkata, "Kamu memang bijak, Nak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yang lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya."
Dari cerita di atas kita dapat mengambil satu pelajaran penting. Bahwa untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.
Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita. Seperti kiasan kalimat seperti berikut ini :
"Permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat."
"Majulah Tanpa Menyingkirkan, Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan."
"Jadilah Baik Tanpa Harus Menjelekkan dan Jadilah Benar Tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain."
Sungguh sebuah cerita yang sederhana namun sarat makna bukan? Percayalah, ada banyak hal di sekitar kita yang juga bisa ambil pelajarannya, dan bisa pula kita ajarkan kepada orang lain.



32 comments
Wah sangat insporatif saya sendiri pun tan bisa berpikir sampai sejauh itu...menjadi baik itu mudah yang susah itu konsisten menjadi baik
ReplyDeleteSemoga dengan saling mengingatkan bisa menjaga tetap konsisten dengan kebaikan ya mba ^^
DeleteTulisannya pendek banget, tapi sangat menginspirasi makna ceritanya. Sukaaaa banget..
ReplyDeleteMakasih mbak...
sama2 mba, makasih udah mampir ya, mudah2n bisa saling berbagi dengan labih banyak pembaca. ^^
Delete😍 singkat jelas padat
ReplyDeleteMenjadi baik tak perlu menjelekkan org lain,, untuk mengatakan tak perlu menhujat, menghina apalagi menjatuhkannya
Nice share,, thank you 😊
kalo terlalu panjang nanti akunya yang pusing mau nulis apa lagi, wkwkwkwk
DeleteKalo enggak salah pedoman wali songo, sunan kalijaga juga demikian ya, mbak. Maju tanpa menjelekkan, naik tinggi tanpa menjatuhkan👍👍
ReplyDeleteBegitukah? Tapi memang benar apa yang diajarkan ya mba, bijak sekali.
DeleteNilai yang harus ditanamkan pada buah hati ini, agar bisa menjadi manusia yg bijak dan bermanfaat.😀
ReplyDeleteiya mba, saya juga selalu berusaha menanamkan ini dalam kehidupan sehari-hari, supaya bisa nanti bisa dicontohkan kepada anak dan keluarga.
DeleteBelum tentu kita lbh bagus dr yg kita jelekan
ReplyDeleteIyaps, jadi bercermin ke diri sendiri ya mba, sebelum ngoreksi orang lain, kita liat dulu diri sendiri.
DeleteSangat inspiratif mbak.. betul.. kita harus lurus kedepan..fokus..tanpa harus sibuk dgn kiri kanan, menjatuhkan sana sini
ReplyDeleteMantapp.. sering meleng kiri kanan bisa bikin kita kesandung, gak fokus sama diri sendiri.
DeleteFokus ke diri sendiri aja. Yang penting udh lakukan yang baik. sisanya bukan urusan kita lg
ReplyDeleteSetelah melakukan kebaikan, kita ajak juga yang lain dengan mencontohkan. Semoga bermanfaat, hihi ^^
DeleteSetuju.Suka juga dengan kalimat menjadi baik tanpa menjatuhkan. Yang tidak baik itu tanpa kita jatuhkan juga nantinya akan jatuh sendiri. Lebih baik fokus pada mempetbaiki diri sendiri....
ReplyDeleteiya ya mba, jadi gak usah repot mau ngejatuhin orang, hihi
DeleteI agree sepenuhnya with you Mbak
ReplyDeletealhamdulillah mba, I heart you mba, hihi ^^
DeleteBetul banget, Mbak. Jadilah baik meski dunia tak berpihak padamu. Hehe
ReplyDeletekarena yang menentukan sikap kita ya kita sendiri, dunia gak bisa mencampuri
DeleteSusahnya jadi orang baik di saat lingkungan sekitar bersikap apatis
ReplyDeletesemoga dengan sikap baik yg kita lakukan bisa membawa warna pada dunia yang apatis ini, bisa menunjukkan kalau masih ada orang baik yang tinggal di bumi.
DeleteKalau di Jawa seperti peribahasa
ReplyDeleteMenang tanpo ngasorake
Setuju, Mba
mantab mba
DeleteDuh, senang sekali saya baca ini. Karena belakangan ini saya baca banyak orang ingin terlihat baik tapi sambil menjelekkan yang lain. Huft...
ReplyDeletePadahal di Islam pun jelas, kita disuruh berlomba2 dlm kebaikan. Seharusnya jika banyak yg berbuat baik, ya Kita senang. Usah merasa tersaingi karena justru kita sedang ditemani :)
yang ada disekeliling kita bisa kita ambil pelajaran, semoga dengan ini kita bisa merefleksikan kebaikan itu dimana saja ya mba ^^
Deletebetul, jadilah baik tanpa menjelekkan orang lain. dengan begitu maka sempurnalah baiknya
ReplyDeletemasyaallah setuju mba, fokus dengan usaha kebaikan diri sendiri ^^
DeleteDi kehidupan nyata begitu banyak orang yang egois,fokus dengan tujuannya sendiri tanpa berfikir bahwa yang dilakukan terkadang memzolimi orang lain. Semoga dengan cerita ini mendorong banyak orang untuk menjadi baik atau lebih baik
ReplyDeleteDi kehidupan nyata begitu banyak orang yang egois,fokus dengan tujuannya sendiri tanpa berfikir bahwa yang dilakukan terkadang memzolimi orang lain. Semoga dengan cerita ini mendorong banyak orang untuk menjadi baik atau lebih baik
ReplyDeleteTerima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik