Dunia Emjeaje

parenting

Tubuh kecil dengan usia yang lebih muda dari seharusnya usia ideal sekolah dasar membuat saya sering menjadi korban olok-olok teman-teman sekelas. Saya ingat beberapa hal yang pernah teman-teman saya lakukan dulu ketika masih kelas empat-lima-enam sekolah dasar. 

Saat akan melakukan kerja bakti di sekolah, peralatan kerja sudah guru siapkan didepan kelas. Ada parang, sapu lidi, sapu ijuk, kotak sampah, pengki, dan lain-lain. Saya memilih sapu lidi untuk saya gunakan. Sapu lidi yang sudah saya dapatkan lebih dulu itu tiba-tiba langsung direbut oleh teman yang lain, yang badannya lebih bongsor dibanding saya yang mungil saat itu. Dengan tatapan mata tajam mereka seolah berkata "Apa lo? Berani sama gue?". Saya yang saat itu sendirian tidak berani mengambil kembali sapu lidi itu, akhirnya saya ikut kerja bakti dengan alat yang ada saja.

Saat pelajaran olahraga, murid perempuan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok menjadi satu tim dalam pertandingan voli. Saya juga ikut dalam pertandingan itu, saya berhasil mengembalikan bola ke arah lawan walaupun saat itu saya masih jauh sekali tingginya dengan tiang net. Singkatnya tim kami menang. Kelompok kami bersorak, semua saling 'toss' dan tertawa riang. Saya menyapa leader tim kami, "alhamdulillah kita menang ya.." tapi dia menatap saya keheranan "Kita? Emang kita satu kelompok?", lah waktu main tadi saya di sebelah dia lho padahal, kok dia malah nanya gitu, saya heran sekaligus merasa sedih sekali. Teman-teman lain yang satu tim juga bersikap kayak gitu pada saya, mereka bilang saya ngaku-ngaku setim sama mereka, padahal jelas-jelas dari mereka tahu memang saya satu tim dengan mereka. Mengkerut hati saya. Saya merasa tak dianggap.

sad
gambar dari pexels.com

Pernah suatu siang, saya dan teman sebangku saya yang juga berbadan mungil diancam akan diajak berkelahi sepulang sekolah, saya lupa apa sebabnya. "Awas ya nanti pulang sekolah, gua hadang lu." Kira-kira begitu kalimatnya. Saya dan teman sebangku saya mana berani. Pas lonceng tanda jam pulang berbunyi saya langsung lari keluar kelas dan secepat mungkin menjauhi gerbang, karena takut salah satu dari mereka sudah siap menghadang disana.

Selama sekolah dasar, murid yang menjadi juara 1, 2 dan 3 di kelas saya saat itu hanya bergiliran diantara 3 orang siswa saja. Mereka langganan sekali mendapat hadiah berbungkus kertas berwarna cokelat setiap kali moment pembagian raport. Tetapi keajaiban terjadi. Saya ingat betul saat itu pembagian raport catur wulan pertama  di kelas 6, jeng jeng jeng.. ternyata saya dapat juara 3. Semua teman-teman saya heran, tapi ada juga yang mengucapkan selamat. Saya merasa tidak percaya, tapi  juga senang. Akhirnya saya bisa merasakan dapat hadiah berbungkus kertas warna cokelat itu. Yeay!

Karena pergantian anggota juara kelas ini merupakan hal baru di kelas kami, teman-teman sekelas saya mempertanyakan "Kok bisa sih dia jadi juara 3?", "Dia pasti dapat bocoran dari guru pas ujian tuh.", dan lain sebagainya. Tapi teman sebangku saya tak peduli, dia bersyukur temannya dapat juara, dia turut bergembira dan dia bilang mulai iri mau jadi juara juga, aku menyemangati dia agar bisa jadi juara juga di pembagian raport berikutnya. Tapi kenyataannya tidak terjadi. Hihi.
Apakah sebahagia itu sepanjang hari? Tidak. Saat menjelang waktu pulang, teman sekelas saya yang tidak mendapat juara kali ini menghampiri saya dan berkata "Awas ya! Aku bakal rebut ranking kamu!!"  Namun ternyata alhamdulillah, sampai saya selesai sekolah dasar, beliau tetap dibawah dan diakhir tahun ajaran saya justru menjadi juara dua. 

Beberapa ejekan, ancaman, olok-olok yang masih saya ingat ketika masih berusia 8-10 tahun itu masih terkenang dalam benak saya hingga sekarang. Bisa dibayangkan anak dengan usia paling muda, tubuh paling kecil di kelas dan tak punya keberanian untuk melawan, tetapi harus menghadapi mereka setiap hari. Ancaman, olok-olok, kekerasan verbal, dan lain-lain sangat melukai jiwa kecil saya. Sayangnya masih ada beberapa lagi saat saya masuk ke sekolah menengah pertama. Itu belum termasuk olok-olok dari keluarga besar kalau sedang berkumpul, dan sedihnya saat itu saya merasa tak punya siapa-siapa untuk membela saya. Tidak ada yang membesarkan jiwa saya. Dan saya merasa sendiri menghadapi situasi ini. Ah entahlah, sampai sekarang saya heran sekali kenapa sering diolok-olok saat itu. Padahal seingat saya, saya tidak pernah mengganggu teman yang lain, bahkan saya tidak suka ada yang saling mengganggu.

sedih
gambar dari pexels.com

Karena perlakuan yang saya hadapi ini, muncul harapan didalam jiwa kecil saya untuk memiliki seseorang yang dapat melindungi saya dari hal-hal buruk seperti itu. Saya berharap akan ada sosok kakak laki-laki yang akan menjadi guardian angel. Saya memimpikan ada yang akan membela saya ketika saya disalahkan, yang akan menemani saya ketika dikucilkan, yang menguatkan saya ketika merasa takut, dan banyak sekali harapan saya untuk punya sosok seperti itu yang intinya akan selalu menyelamatkan saya dalam situasi apapun. Tapi ini lah mimpi yang tak akan pernah terwujud, karena saya anak sulung.

Saya membesarkan mimpi untuk mempunyai sosok itu, tapi saya tidak membuat diri saya mampu melindungi diri sendiri, kuat dengan kekuatan sendiri. Saya selalu berkhayal akan ada 'orang lain' yang membantu saya. Tapi orang itu entah siapa.

Ketika dewasa, saya mulai sedikit mengabaikan ingatan-ingatan tentang hal yang tidak mengenakkan itu. Saya mulai sedikit mengerti tentang positive thinking, parenting, dan lain-lain, yang ilmunya saya ambil dari beberapa buku atau artikel yang saya baca, atau beberapa video seminar yang saya tonton.
Saat membaca buku Smart Parenting with Love yang ditulis oleh Bunda Arifah, ada tulisan beliau yang membahas tentang salah satu tema seminar dari bunda Elly Risman (Pakar Psikologi) yang pernah Bunda Arifah ikuti, saya menemukan istilah Cinderella Complex, Peter Pan Syndrome, dan Adversity Quotient (AQ).



Dari penjelasan di buku tersebut Cinderella Complex biasanya menimpa anak wanita yang selalu dilindungi atau yang hidupnya dalam keadaan tertekan. Dia mengharap ada figur yang dapat menyelamatkannya pada setiap masalah yang dihadapi, tanpa berusaha berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuan diri sendiri. Nah, pas sekali dengan apa yang saya alami bukan?

Anak perempuan dengan Cinderella Complex ini tidak dididik untuk menerima dan menghadapi kenyataan. Mereka diberi banyak mimpi tentang kisah happy ending, bahwa happy ending adalah reward dari a long and winding journey of struggling.

Saya jadi mengingat-ingat lagi sumber input dari harapan happy ending yang saya dapat, apakah karena sering menonton kartun robot kucing atau kisah fairytale para barbie, atau dari mana ya?

Lalu bagaimana dengan Peter Pan Syndrome dan apa kaitannya dengan Adversity Quotient (AQ)?




February 20, 2019 No comments
Bangga dengan tanah kelahiran itu suatu keharusan bagi saya. Karena ternyata dari tanah kelahiran saya ini pernah lahir orang-orang besar yang berjasa bagi bangsa kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya Fatmawati. Menjadi warga provinsi Bengkulu sejak lahir, menjadikan nama Fatmawati sangat akrab di telinga. Selain terkenal sebagai ibu negara yang dikenang jasanya karena menjadi penjahit sang saka merah putih, istri dari presiden pertama Indonesia ini juga dikenal sebagai wanita yang berasal dari Bengkulu.
fatmawati
gambar dari sini 
Sembilan puluh enam tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 5 Februari 1923, wanita asli pribumi ini lahir di Bengkulu dengan nama asli Fatimah. Fatmawati adalah anak dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah. Kedua orangtuanya adalah keturunan  keluarga raja dari kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ayah Fatmawati juga terkenal sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah di Bengkulu dan juga merupakan sahabat dari Soekarno.

Fatmawati dididik dan dibesarkan kedua orangtuanya di Bengkulu. Sebagai anak dari tokoh Muhammadiyah, Fatmawati juga berperan aktif dalam organisasi Aisyiyah, organisasi kewanitaan dibawah naungan Muhammadiyah.

Baca juga : Ibu Fatmawati Sang Penjahit Bendera Pusaka

Ketika masa pengasingan, Fatmawati dititipkan di rumah Soekarno karena melanjutkan sekolah. Dari sinilah kisah mereka dimulai. Tapi, percintaan antara Soekarno dengan Fatmawati tidaklah mulus. Selain mendapat tentangan dari Inggit (istri Soekarno saat itu), situasi politik telah memisahkan keduanya. Soekarno dipindahkan ke Padang dan kemudian kembali ke Jakarta. Namun cinta Soekarno kepada Fatmawati tidaklah hilang karena jarak. Soekarno akhirnya menikahi Fatmawati secara pernikahan jarak jauh pada tahun 1943. Maka Fatmawati pun diboyong ke Jakarta.


Fatmawati merupakan wanita ketiga yang dinikahi Soekarno setelah Oetari Tjokroaminoto dan Inggit Ganarsih. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
Bung Karno dan keluarga
Soekarno, Fatmawati dan kelima putra-putrinya
Gambar dari sini
Fatmawati adalah the real first lady of Indonesia. Beliaulah yang mendampingi Soekarno saat menjelang proklamasi. Fatmawatilah yang menjahit bendera pusaka yang dikibarkan di Pegangsaan pada tanggal 17 Agustus 1945 padahal saat itu beliau sedang dalam masa menunggu kelahiran anak pertama mereka. Fatmawati juga yang mengurus makanan para tamu negara. 

Saat menjadi ibu negara, kiprah Fatmawati sangatlah besar. Beliau selalu mendampingi orang nomor satu di indonesia itu dalam berbagai agenda kenegaraan. Beliau adalah sosok wanita tangguh, yang selalu memberi dukungan kepada suami membangun bangsa.

Pernah suatu ketika dalam sebuah acara, setelah presiden Soekarno menyampaikan sambutannya, Fatmawati diminta untuk maju dan menyampaikan sambutan pula, dan pada sambutannya itu Fatmawati dinilai sangat apik dalam mengobarkan semangat pada hadirin.

Saya tidak bisa membayangkan betapa tangguh beliau saat harus mengurus keluarga, mengurus organisasi yang beliau jalankan bersama demi kemajuan wanita indonesia, berbagai acara kenegaraan dan lain sebagainya. Sedangkan pada saat itu sang suami juga sangat sibuk mengurus berbagai konflik negara yang baru merdeka.

Fatmawati meninggal pada tanggal 14 Mei 1980 pada usia 57 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia. Lalu beliau dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Ternyata, beliau wafat pun saya belum lahir ya, hehe. 

Saya percaya, bahwa selalu akan ada sosok perempuan hebat dibalik suksesnya laki-laki, entah itu ibunya, atau istrinya, atau bisa jadi kedua-duanya. Dan saya sangat berharap bisa menjadi keduanya nanti. Menjadi istri yang hebat untuk suami, dan menjadi ibu yang hebat untuk anak-anak.

Semoga jejak sejarah yang beliau tinggalkan menjadi inspirasi bagi wanita-wanita Indonesia, terkhusus perempuan Bengkulu.
Ayo Fatmawati muda,  tuliskan sejarahmu!

blogger bengkulu

Tulisan ini diikutsertakan dalam #nulisserempak bersama Blogger Bengkulu untuk mengenang 96 tahun ibu Fatmawati.






February 14, 2019 44 comments
As a college student, you might be struggling to save your money. Especially if you study abroad or out of town, it is relatively more expensive. Having to pay for a life can be really stressful. Phone bills, internet bills, textbooks, and paying for food can break your bank. You dont want that. Therefore, you need to start saving money effectively. It helps you learn how to maintain your funds, so you dont spend it in one place.

Here are 4 easy tips on saving your money in college.

1. Bring your own coffee and water bottle
If youre a coffee drinker, this tip is for you. Having to spend about $5 on coffee everyday is not effective. You will ran out of money without noticing. So, bringing your own coffee can save five bucks everyday. If you are not a coffee drinker, bringing your water bottle is an essential. Mineral water can be expensive, so its best to bring your own drink.

Hasil gambar untuk bawa botol minum

2. Dont hangout with spenders
Hanging out with a spender can really change your lifestyle. Not everyones financial is the same. Sure, they can spend their money without thinking. But if youre trying to save, make sure your friends understand that youre very tight in budget and hanging out too much is a no bueno.

Woman Holding Shopping Bag

3. Apply for a part-time job
While saving money, you can also make money. Applying for jobs may be a little difficult. But at SIM Global Education or SIM GE, you dont have to worry. This Top Business University Singapore offers a Carreer Development program where you can consult about networking and applying for jobs. You will make money in no time!



4. Ask about student discount
Even if you have a stable savings, asking for a student discount can really help you save even more money. It is possible to get 10-15% off on things if you show your student ID.
Hasil gambar untuk student discount
February 09, 2019 2 comments
Semakin waktu berlalu, semakin banyak hal yang kita tahu. Tapi ada satu hal yang tak pernah dan tak akan pernah kita ketahui, jadwal kematian.

Ada seorang pemuda bernama Ali Banat, lahir dan besar di Sydney, Australia. Beliau adalah seorang pengusaha sukses yang dari perusahaannya bisa mendapatkan penghasilan jauh diatas rata-rata pemuda seusianya. Hidupnya bergelimang harta. Barang-barangnya pun tak ada yang murah. Kendaraannya seharga $600.000, sepatu seharga $ 1.300, gelang seharga $60.000, bahkan sandal jepit untuk ke toilet saja seharga $ 700, dan ini belum termasuk koleksi jam tangan, kacamata, topi dan baju limited edition dari salah satu brand ternama dunia. Bisa dibayangkan betapa kayanya pemuda ini. Tapi bagaimanakah akhirnya dia menghabiskan hartanya?

Tanpa terduga, tahun 2015 lalu Ali Banat divonis mengidap kanker stadium 4, dan oleh dokter disampaikan bahwa usianya paling hanya bertahan sekitar tujuh bulan saja. Sesuatu yang tak akan pernah bisa dibayangkan olehnya.

Suatu hari, saat Ali Banat menghadiri pemakaman seorang saudara yang meninggal karena kanker. Tersadarlah dia bahwa ketika nanti kita meninggal, kita tidak akan punya apa-apa. Tak ada yang akan ikut bersama kita. Tidak ada mobil, semua uang, bahkan ibu, ayah, dan saudara yang kita cintai.
Ali banat bersama anak-anak di Afrika

Lalu berubahlah tujuan hidup Ali Banat, yang selama ini hidupnya penuh dengan kenikmatan dunia akhirnya ingin dia tinggalkan. Bahkan dia ingin menghabiskan semua hartanya itu untuk aksi sosial kemanusiaan. Dia  tidak ingin meninggalkan harta apapun saat meninggal nanti. Ali melaksanakan sebuah proyek amal untuk masyarakat Togo, Afrika, dengan nama Muslim Around The World (MATW) Project.

Mobil Ferarri miliknya yang begitu diidamkan banyak orang sudah tak menarik hatinya lagi untuk dikendarai. Dia lebih senang melihat anak-anak di Afrika bisa tertawa riang karena bisa memakai sandal dibanding mengendarai mobil mewahnya itu. Kacamata mahalnya dia berikan saja kepada anak-anak disana, tanpa mereka sadari bahwa harga kacamata itu bisa untuk membeli kebutuhan mereka lebih dari jatah sebulan. 

Ali Banat terjun langsung dalam proses pembangunan gedung untuk Proyeknya di Afrika
Ternyata perkiraan dokter meleset. Ali yang diperkirakan akan bertahan 7 bulan saja ternyata bisa bertahan hingga tiga tahun. Dan alhamdulillah, selama kurang lebih tiga tahun ini Ali sudah banyak menginspirasi banyak orang untuk ikut dalam proyek amalnya. Ali dan proyeknya bisa membangun sekolah dan asrama untuk anak-anak yatim piatu di Afrika, membangun masjid, membangun kampung untuk 200 janda, dan masih banyak lagi. Ali Banat benar-benar merubah hidupnya. Ali bahkan bersyukur dan menganggap bahwa kanker yang dideritanya merupakan anugerah dari Allah. Karena dengan perantara penyakit ini Allah memberinya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Masyaallah.


Menjelang akhir hayatnya, Ali Banat membuat sebuah video singkat yang didalamnya Ali mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah mendukungnya sejak hari pertama. Ali juga menyampaikan bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan kita di dunia ini bukan hanya untuk bersenda gurau, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hari perhitungan nanti.

Dan Ali pun berpesan agar semua orang bisa punya proyek amal atau rencana kegiatan yang bisa menjadi jalan amal jariyah yang akan menjadi penolong kita nanti di alam kubur dan di akhirat.

Pesan Ali Banat sebelum meninggal dunia
Akhirnya, tepat 29  Mei 2018 lalu Ali Banat menghembuskan nafas terakhirnya. Dengan keadaan yang baik insyaallah. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya, dan memberikan tempat yang mulia. Terima kasih saudaraku Ali Banat. Sudah menginspirasi kami. Semoga ini pun bisa menjadi jalan amal jariyah untukmu.

Sudahkah kita punya sebuah proyek amal untuk hidup kita??
Dokumentasi kegiatan MATW Project di akun instagramnya


February 01, 2019 36 comments
Di era digital sekarang ini, penggunaan teknologi internet menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Karena, teknologi tersebut memiliki peranan yang sangat besar dalam membantu setiap industri agar dapat menjadi lebih modern.

Modernisasi yang hadir bertujuan agar bisnis dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar. Sehingga, wajar rasanya jika setiap perusahaan kini telah memanfaatkan teknologi internet untuk mendukung kegiatan operasionalnya.


Meskipun teknologi internet memberikan manfaat besar, namun bukan berarti tidak ada risiko sama sekali dalam penggunaannya. Karena, penggunaan teknologi tersebut juga berpotensi besar mengalami risiko kebocoran data penting perusahaan. Saat ini hampir setiap bisnis perusahaan bergantung pada data penting mereka.

Perlindungan data dan keamanan cyber dapat menjadi tantangan bagi perusahaan, baik besar maupun kecil. Melakukan manajemen risiko cyber lebih dari hanya sekedar menjaga keamanan sistem informasi dan teknologi, namun juga menyangkut manajemen risiko terhadap karyawan. Setiap karyawan yang bekerja dan berhubungan dengan internet memiliki risiko yang sama besarnya.
Misalnya, ada karyawan yang membuka email palsu dari hacker secara tidak sengaja. Tindakan ini berpotensi membuka jalan bagi virus untuk masuk ke sistem keamanan perusahaan.

Hacker bukanlah satu-satunya ancaman - bisnis saat ini mengandalkan teknologi internet untuk berbagai layanan seperti pemasaran online, fungsi administrasi, manajemen inventaris, pemrosesan transaksi finansial secara online, dan kontrol distribusi.

Setiap intrusi yang mengganggu layanan tersebut dapat menyebabkan kerusakan merek dan reputasi perusahaan, pengawasan ketat regulasi, kekecewaan konsumen dan mitra bisnis, serta kerugian finansial.

Bocornya data penting perusahaan jelas merupakan kerugian besar. Jika terjadi serangan cyber, selain timbul biaya pemulihan atas sistem teknologi dan informasi, dan biaya crisis management untuk pemulihan reputasi perusahaan, juga dapat muncul kemungkinan biaya tuntutan hukum yang mahal, serta kebutuhan ahli investigasi teknologi informasi yang jumlahnya masih sedikit di Indonesia.


Tindakan perlindungan yang efektif terhadap risiko cyber adalah memiliki polis Asuransi Cyber - dari yang memberikan manfaat perlindungan atas Network Business Interruption, Crisis Management, Cyber Extortion (Pemerasan Siber), Data Asset Restoration (Pemulihan Aset Data) hingga Third Party Liability dan Defense Costs.

Anda bisa memilih jenis Asuransi Cyber yang tepat melalui jasa konsultan manajemen risiko dan broker asuransi, misalnya melalui Marsh Indonesia. Tim di Marsh memiliki pengalaman dalam menilai dan melakukan analisa atas risiko, memberikan metode pencegahan dan penanggulangan serta simulasi skenario terburuk.

Identifikasi dan Menilai Risiko

Salah satu upaya yang diberikan broker asuransi Marsh dalam melindungi ancaman cyber yakni dengan cara mengidentifikasi potensi risiko, dan menilai risiko yang mungkin hadir. Marsh hadir untuk menilai seberapa besar risiko cyber yang dapat menyerang data penting perusahaan Anda. Besaran risiko yang mungkin hadir akan menjadi penilaian untuk menentukan strategi keamanan Cyber Risk yang tepat untuk perusahaan Anda. Sehingga, strategi yang digunakan dapat efektif mengatasi risiko cyber yang berpotensi menyerang perusahaan Anda.

Analisis dan Mengatur Risiko

Risiko yang telah dinilai akan dianalisis atas potensi kerugian yang terkait, dan kemudian diatur untuk menjalankan langkah pencegahan terhadap risiko cyber yang berpotensi hadir. Selain itu, pengaturan risiko juga dapat membantu penentuan strategi untuk mengatasi risiko cyber dengan membeli asuransi yang tepat. Dengan demikian, perusahaan dapat terlindungi dari risiko cyber secara finansial ketika data penting perusahaan diserang.

Merespon Risiko

Potensi besar cyber risk perlu disikapi dengan tepat oleh perusahaan Anda. Broker asuransi Marsh hadir untuk membantu merespon ketika risiko cyber hadir dan menyerang data penting perusahaan Anda. Dengan membantu proses klaim asuransi, perusahaan Anda akan terlindungi secara finansial ketika diserang secara cyber. Sehingga, perusahaan dapat lebih tenang dalam menjalankan bisnisnya karena risiko cyber telah terlindungi oleh jenis perlindungan yang tepat.


Tiga hal diatas menjadi langkah yang dilakukan Marsh Indonesia dalam memberikan perlindungan terhadap risiko cyber. Saat ini, risiko cyber merupakan salah satu risiko yang sering dianggap sebelah mata dan perlu mendapatkan perhatian ekstra karena dapat mengancam nama baik perusahaan Anda.

Jadi, bijaklah dalam menyikapi risiko cyber dengan melakukan tindakan yang tepat dan efektif.

February 01, 2019 8 comments
Newer Posts
Older Posts

FANPAGE

About me

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Asep Suryadi


Full time mother. Grateful Wife. Motivator wanna be. Blue lover. Khadijah binti Khuwailid fan.

Contact me : emjeaje@gmail.com

Follow Us

recent posts

Follower

Labels

anak ANAK INDONESIA beauty BISNIS blogcontest BLOGGER BENGKULU CHALLENGE COLLEGE COURSES CYBER daily dakwah DREAM ENGLISH entertainment financial technology finansial gadget handphone info INSPIRASI INTERNET kecantikan kehamilan KELUARGA kendaraan KESEHATAN KISAH kopi bengkulu kosmetik lifestyle lirik lagu make up MARRIAGE NULIS SEREMPAK otomotif PARENTING puisi review sedekah SELF DEVELOPMENT teknologi TIPS TRUE STORY WUJUDKAN MIMPI

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ▼  2019 (25)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (8)
    • ▼  February (5)
      • #Part 1 : Antara Cinderella Complex, Peter Pan Syn...
      • Fatmawati : Inspirasi dari Bengkulu Untuk Indonesia
      • 4 Tips on Saving Your Money in College
      • BELAJAR DARI ALI BANAT, SEORANG MILYUNER MUDA PENG...
      • Lindungi Data Penting Perusahaan Anda dengan Memil...
    • ►  January (3)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (6)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  October (1)

Viewer

Blogger Bengkulu

Blogger Bengkulu

Indonesian Female Blogger

Indonesian Female Blogger

Estrilook

Estrilook

Popular Posts

  • Honor 10 Lite, Smartphone Canggih dengan 5 Sensor
  • 5 Hal Yang Dibutuhkan Anak dari Ayah
  • Fatmawati : Inspirasi dari Bengkulu Untuk Indonesia
  • 8 Ide Kreatif Untuk Sedekah
  • Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu

Pages

  • Ceritanya Ini Saya

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates