Dunia Emjeaje

Hasil gambar untuk tanah gersang

Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan, setiap orang adalah guru bagi kita. Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapa pun yang mereka berikan pada kita selama ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana.

Mereka mungkin tanah gersang. Dan kitalah murid yang belajar untuk menjadi bijaksana. Kita belajar untuk menjadi embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya, dan rembulan yang menghias malamnya.

Tetapi barangkali, kita justru adalah tanah yang paling gersang. Lebih gersang dari sawah yang kerontang. Lebih cengkar dari lahan kering di kemarau yang panjang. Lebih tandus dari padang rumput yang terbakar dan hangus. Maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan menjadi murid yang bijaksana.

Seperti matahari yang tak hendak dekat-dekat bumi karena khawatir nyalanya bisa memusnahkan kehidupan. Seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelma lahan subur, sejuk menghijau berwujud hutan.

Dan seperti batu cadas yang memberi kesempatan lumut untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya. Demi terciptanya butir-butir tanah. Demi tersedianya unsur hara agar pepohonan berbuah.


(Salim A Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah, hal. 81-82)
December 20, 2018 2 comments
Boy Rising Up His Hand Wearing Black Cape

Kepercayaan diri  dan rasa menghargai diri sendiri akan menjadi pondasi bagi masa depan anak-anak kita. mengajarkan anak-anak agar bisa percaya diri menjadi tanggung jawab besar bagi orang tua. Sikap percaya diri juga sangat penting saat anak mulai melakukan hal baru tanpa bantuan orang lain. Tentu ini akan membuat anak menjadi mampu meningkatkan potensi dirinya, tanpa tergantung kepada orang lain.

Penulis The Positive Dicipline Series, Jane Nelson, mengatakan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri berawal dari rasa memiliki, meyakini bahwa diri sendiri mampu, dan mengetahui kontribusi kita dinilai serta dihargai.

Lalu bagaimana cara agar orang tua dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Simak 7 strategi sederhana berikut ini.

1. Beri Pilihan dan Tanggung Jawab
Sejak usia tiga tahun, anak sudah bisa diajak bekerja sama. Beri dia tanggung jawab melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana sesuai dengan tingkat usianya. Kalau ibu sedang menyapu, anak bisa diberi kain lap kecil untuk dia membantu melap meja. Biarkan anak memilih, karena memilih adalah salah satu proses anak belajar mengambil keputusan. Berikan kesempatan anak untuk memilih bagian mana yang harus dia lap duluan.

Hasil gambar untuk ANAK NGELAP KACA

2. Empati Pada Anak
Sejak usia 0 sampai 8 tahun yang paling berkembang dari seorang anak adalah perasaan. Bangun kepercayaan diri anak dengan mendengarkan apa yang anak rasakan. 

3. Beri Pujian
Puji usahanya untuk mencapai sesuatu, bukan hasilnya. Itu akan membuat anak melihat  hambatan sebagai tantangan yang bisa diatasi. Misalnya anak berhasil memakai bajunya sendiri, pujilah dengan melihat usahanya. "Wah, alhamdulillah kakak sudah berusaha pakai baju sendiri ya. Besok-besok pasti kakak mau berusaha untuk bisa buka baju sendiri." Atau ketika anak sedang mewarnai, "Pilihan warna yang kakak pilih bagus, bunganya jadi warna warni, indah sekali."

4. Berikan Perhatian
Jangan beri perhatian pada anak sambil lalu. Beri perhatian yang tak terbagi agar ia menganggap dirinya penting dan berharga. Bagi orang tua yang sudah punya anak lebih dari satu, biasanya akan terpecah konsentrasi perhatiannya. Tapi cobalah untuk tetap fokus memberikan perhatian pada anak ketika berhadapan dengannya. Misalnya dengan membungkukkan badan sejajar dengan anak saat membetulkan kancing bajunya. Atau menatap wajahnya dan menyauti saat dia bercerita.

Hasil gambar untuk anak pemalu

5. Jangan sebut si Kecil 'Pemalu'
Tanpa sadar orang tua sering menyebut perilaku anak sesuai dengan perspektifnya pas didepan anak. Orang tua menganggap anaknya pemalu, lalu sering orang tua menyebut anaknya pemalu didepan orang lain. Melabeli anak dengan sebutan pemalu akan membuat ia percaya bahwa ia adalah seorang yang pemalu.


6. Jadilah Role Model
Pengajaran terbaik adalah dengan memberi teladan. Apapun yang kita inginkan terhadap anak maka kitalah yang mempraktikkan secara langsung dihadapannya. Praktikkan cara bersosialisasi didepan anak. Sering tersenyum, menyapa, mengucapkan salam, ramah pada orang lain, mudah membantu, dan lain-lain.

7. Beri Cinta Tanpa Syarat
Saat harus mengoreksi kesalahannya, perjelas yang bermasalah adalah perilakunya, bukan dirinya. Misal saat dia sering memainkan kabel, perjelas bahwa orang tua melarang bukan karena tidak sayang, tapi karena yang dia lakukan akan membahayakan dirinya sendiri, tentu kita tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Selective Focus Photo Of Woman Carrying Baby

Dari ketujuh strategi sederhana ini bisa jadi akan menemui perbedaan dalam pengaplikasiannya bagi setiap keluarga. Dan dari beberapa poin diatas mungkin saja akan ada yang perlu ditambahkan agar kita bisa efektif dalam melatih anak agar percaya diri.








December 12, 2018 37 comments
Midsection of Woman Making Heart Shape With Hands

Sebelum menikah, melihat segala sesuatu tentang pernikahan pengantin baru, awal menikah, bulan madu dan lain-lain tampak sangat indah dan menyenangkan. Bisa jadi memang benar, tapi tidak semua cerita akan seindah itu dalam pernikahan yang katanya seperti sedang mengarungi samudera kehidupan. Ada saja hal yang membuat pasangan suami istri ini menemukan sesuatu dalam diri pasangan yang belum tentu dapat diterima dengan baik. Perbedaan ini dan itu membuat adaptasi yang panjang diantara keduanya.

Walaupun begitu berbeda, sepasang makhluk yang berbeda ras, suku, dan kebudayaan yang menyatu dalam satu ikatan suci ini pasti menginginkan kebahagiaan, right? Apalagi ketika istri sudah menjadi ibu. Rempongnya menjadi ibu dengan si kecil yang aktif ditambah dengan sederet pekerjaan rumah yang tak ada habisnya pasti akan sangat menguras tenaga dan emosi. Sibuk dengan aktifitasnya sendiri kadang membuat dia lupa untuk memperhatikan dirinya sendiri. Sibuk membahagiakan keluarga kadang membuat dia lupa untuk membahagiakan dirinya sendiri pula.

Ketika sudah begini, lalu apa kabar dengan hubungannya dengan ayah? Kondisi  fisik yang sering kali kurang tidur dan kelelahan akan membuat emosi tidak stabil, yang akibatnya akan membuat si ibu sering uring-uringan. Si ayah bilang apa, karena emosi lagi gak stabil ditanggapi lain oleh si ibu. Hmm.. Repot juga.

Close-up of Mother and Daughter

Lalu bagiamana caranya agar komunikasi ayah dan ibu tetap lancar dan benar? Ternyata, rasa cinta dan bahagia adalah penawar dari segala lelah yang ibu rasakan. Dengan ibu merasa bahagia, selelah apapun ibu akan tetap bisa 'waras' menghadapi apa saja. Dan yang mampu memberikan rasa bahagia terbesar itu adalah Ayah.

Lalu bagaimana caranya agar si Ayah bisa memberikan penawar lelah itu? Tidak perlu harus mengajak keliling Eropa atau belanja barang satu kontainer kok, Yah. Cukup melakukan beberapa hal sederhana ini untuk bisa bikin ibu bahagia dan makin chyyntaaa sama ayah.

1. Saat Ayah Bantu Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga
Nggak usah yang ribet-ribet, membantu cuci piring juga udah bikin istri senang lho. Apalagi kalo sampe bantu jemurin cucian atau bantu mandiin anak. Istri pasti akan senang.


2. Saat Gak Takut dan Gak Malu Menggendong Anak
Selain bikin bonding ayah dan anak semakin kuat, mau membantu menggendong anak bisa membuat ibu sangat senang. Menggendong anak ketika berada di tempat umum dengan tidak malu-malu itu akan terlihat macho dihadapan istri. Apalagi kalau kebetulan memang si ibu sedang mengerjakan sesuatu dan ayah membantu mengambil alih mengasuh anak sebentar. Ayah akan jadi superhero didalam hati ibu.
Man Carrying a Baby

3. Saat Ayah Bilang : "Sini Aku Bantuin..."
Tiga kata ini efek ajaibnya hampir sama dengan pernyataan 'aku cinta kamu'. Jadi jangan ragu untuk mengucapkan kalimat ini dan bener-benar membantu ibu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.

4. Saat Suami Jadi Ayah Yang Baik Untuk si Kecil
Ketika ayah percaya diri mengurus si kecil saat ibu sedang ada pekerjaan yang mengharuskan dia lepas sejenak dari anak-anak, maka ini saat yang pas untuk membuat istri semakin cinta. Ajak anak-anak bermain dengan gembira, bercerita, dan bersenang-senang. Istri akan merasa memiliki someone special dihidupnya dan akan merasa sangat beruntung memiliki ayah. Ayah juga bisa menciptakan quality time bersama anak. Tapi, setelah asyik bermain  jangan lupa ajak anak-anak makan. Karena hal ini yang akan ditanyakan pertama kali saat ibu pulang.

Man and Girl Running on Asphalt Road

5. Saat Ayah Tepat Janji
Ayah berjanji saat anak terbangun di tengah malam, ayah yang bangun dan menemani si kecil. Atau Ayah janji akan pulang tepat waktu, atau janji akan menyediakan waktu untuk jalan-jalan akhir pekan ini. Ketika semua janji di tepati ini akan membangun trust dan bikin istri makin cinta.

6. Saat Ayah Cerita Apa Yang Ia Rasakan
Sifat maskulin yang kuat saat dikombinasikan dengan sisi rapuh Ayah akan membuat ibu merasa dibutuhkan. Menceritakan apa yang Ayah rasakan juga akan membuat ibu merasa dipercaya.

Man Wearing White Shirt Holding Out Hand in Front of Woman in White Lace Top

Nah, bagaimana? Sudah tahu kan apa yang harus ayah lakukan agar bisa membuat ibu jatuh cinta? Yuk lakukan supaya senyum istri semakin manis, dan hubungan semakin harmonis dan romantis.

Atau ada yang punya pengalaman tentang membuat pasangan semakin sayang dan cinta? Yuk share di kolom komentar. Karena sharing is caring.



December 11, 2018 48 comments



Ada sebuah cerita yang mengingatkan kita tentang sesuatu. Begini.
Seorang Guru membuat garis sepanjang 1 meter di papan tulis, lalu berkata :
"Anak-anak, coba perpendek garis ini!"
Anak pertama maju ke depan kelas, ia menghapus 20 cm dari garis itu menjadi 80 cm.
Pak Guru mempersilakan anak ke 2.
Ia pun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 60 cm.
Anak ke 3 dan ke 4 pun maju ke depan kelas melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20 cm.
Terakhir, seorang anak yang BIJAK maju kedepan.
Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20 cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dari garis yang pertama.
Apa yang dilakukan anak ini sungguh diluar perkiraan. Tapi apa yang dia lakukan menunjukkan kebijaksanaan yang dalam.
Sang Guru menepuk bahunya seraya berkata, "Kamu memang bijak, Nak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yang lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya."

Dari cerita di atas kita dapat mengambil satu pelajaran penting. Bahwa untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.

Hasil gambar untuk berlian permata

Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita. Seperti kiasan kalimat seperti berikut ini :
"Permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat."
"Majulah Tanpa Menyingkirkan, Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan."
"Jadilah Baik Tanpa Harus Menjelekkan dan Jadilah Benar Tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain."
Sungguh sebuah cerita yang sederhana namun sarat makna bukan? Percayalah, ada banyak hal di sekitar kita yang juga bisa ambil pelajarannya, dan bisa pula kita ajarkan kepada orang lain.



December 10, 2018 32 comments

Menghadapi sikap anak yang mulai banyak maunya kadang bikin saya kudu sering-sering narik nafas dalam-dalam. Plus mengangkat tangan ke atas dan ke bawah. Biar gak kehabisan oksigen dalam otak yang mengakibatkan nanti saya mulai kesurupan. Inhale, exhale, fiuhhhh. Ini saya lakukan supaya saya bisa mengontrol diri, takutnya kalo gak gitu saya jadi marahin anak berlebihan, jadi kayak orang kesurupan, ujungnya bisa-bisa saya ngupas kelapa pake gigi. Hahaha. Kuda Lumping keleus.

Seperti beberapa hari yang lalu, saya jemput si Kakak pulang sekolah. Setelah ngobrol beberapa saat dengan gurunya tiba-tiba dia minta beli mainan, padahal mainan yang dia minta udah ada tuh di rumah. Cuma bedanya dia minta beliin yang ukurannya lebih besar. Emaknya yang pelit ini mulai berhitung isi dompet, dan akhirnya memberi jawaban "maaf kak, kita belum bisa beli mainan itu sekarang".
Si Kakak gak terima donk dapat penolakan kayak gitu, mulailah dia merengek, "Ayolah Mi, beli Heli. Heli yang bisa berubah kaki."
Merengeknya ditengah keramaian lagi. Emaknya mulai bingung nih, mana malu pula. Padahal mainan Heli itu di rumah udah ada dua, ditambah lagi sama Poli, Amber, Roy, Tayo, Jett, Tobot, dan lain-lain.

Si Kakak mulai manyun, gak tega sebenarnya, tapi saya paham karakter si Kakak masih suka anget-angetan, pengen banget sama sesuatu eh trus nanti lupa, malah kadang mainannya diabaikan. Jadi saya pikir mending jangan langsung dibelikan.
Dari mulai berangkat dari sekolahnya sampai ke rumah mainan yang diinginkan si Kakak tetap tidak ada. Dirumah pun masih badmood dia. Dia menunjukkan aksi protesnya dengan muka manyun dan banyak diam. Tapi walaupun begitu, namanya juga anak-anak, setelah ganti baju dia mulai main dengan mainannya yang ada. Beberapa saat kemudian dia mulai larut dalam imajinasi bermainnya, raut muka yang tadinya mendung pun sudah berubah agak cerah. Menandakan dia udah mulai lupa dengan permintaannya tadi.

Melihat itu, saya menghampiri si Kakak, merangkul pundaknya lalu bilang, "Kak, ternyata mainan kakak banyak ya. Kayaknya kita gak perlu beli Heli lagi, dengan mainan yang ada kakak tetap bisa main kan?"
Yaaa.. abis ditanyain gitu dia manyun lagi, emaknya salah jurus, hahaha.

"Tapi Kakak maunya heli yang besar Mi. Yang bisa berubah. Heli yang ini kecil gak bisa berubah kakinya."

Closing statement dari emaknya. "Yaudah, Kakak main dengan yang ada aja sekarang ya."
Setelah itu pembicaraan tentang Heli selesai.

Sebenarnya, saya sudah menyiapkan satu mainan yang sudah lama dia inginkan, dan saya juga sudah janji akan membelikan mainan itu dengan syarat mengumpulkan tiga puluh bintang sholat. Sekarang bintangnya sudah 29. Tapi karena syarat belum terpenuhi, mainannya masih standby di meja kantor saya.


Saat malam, sambil menemani si Kakak dan si Adek beranjak tidur saya merenungi apa yang terjadi  tadi siang. Benarkah apa yang saya lakukan? Tapi pertanyaan ini  justru jadi membuat saya mengambil satu pelajaran.

"Beginikah cara kita meminta kepada Allah?"
Seperti si Kakak yang meminta mainan yang bahkan sudah dia punya, pernahkah kita minta sesuatu pada Allah yang bahkan sudah kita miliki? Seperti kita minta kendaraan yang sudah kita miliki, tapi kita minta yang lebih lagi. Padahal dengan kendaraan yang ada, kita masih tetap bisa beraktifitas seperti biasa, hanya selera saja yang membuat kita ingin lebih dan lebih dan lebih.

Ketika kita berdoa, meminta sesuatu kepada Allah, apakah kita cukup sabar?
Seperti mainan yang belum saya berikan kepada si Kakak, syaratnya belum tercukupi, makanya mainan itu belum sampai kepadanya.
Mungkin begitulah saat kita meminta kepada Allah. Mintaaaa terus, tapi usaha untuk menggapainya males-males. Atau udah usaha kerja keras, tapi dibalik itu kita ngeluuuhhh terus, bahkan sampai mempertanyakan, "Allah itu denger doaku gak sih?"

Hei.. Allah sesuai persangkaan hambaNya,  kalo udah usaha, doa, ditambah haqqul yakin insyaallah akan ada hasilnya kok usaha kita. Seperti mainan yang diminta si Kakak, ukuran mainan dan harganya tidak lebih besar dari hadiah yang udah saya siapkan.
Bisa jadi begitu juga pengabulan doa dari Allah. Kalo pun gak dapet apa yang kita minta, insyaallah Allah udah nyiapin yang lebih baik, lebih banyak, lebih berkah dan manfaat. Kita aja yang kadang belum tahu maksud dari Allah.

Yaa emaknya jadi ceramah. Hihi.
Tapi beneran lho ini jadi pembelajaran buat saya pribadi. Dan saya merasa beginilah cara Allah memberikan pengajaran pada saya yang bodoh ini. Learning by doing.

Kalau kita pikirkan lagi, sungguh banyak yang bisa kita pelajari dari kehidupan sehari-hari.
Dan semoga kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang berbaik sangka dan mampu mengambil hikmah.









November 19, 2018 27 comments
manfaat baca alquran, kesehatan


Pernah mendengar efek Mozart?  Istilah Mozart effect (efek Mozart) diciptakan pada 1995 oleh para ilmuwan di Universitas California yang menemukan bahwa ternyata siswa mendapat nilai yang lebih baik pada tes IQ spasial setelah mendengarkan musik Mozart. Efek Mozart awalnya bermula dari buku yang berjudul The Mozart Effect karya John Campbell. Dalam buku ini Campbell berpendapat bahwa musik klasik seperti karya Mozart ternyata memberikan ketenangan bagi anak-anak yang menderita kelainan tertentu seperti hiperaktif; meningkatkan kinerja otak kiri dan kanan, dan meningkatkan IQ. Tapi tahukah anda bahwa ada yang lebih hebat efeknya dari efek Mozart ini? 
Ternyata Al Qur'an memberikan efek yang jauh lebih hebat dari musik.

Memberi Ketenangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam konferensi kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, ditemukan fakta bahwa membaca Al Qur'an dapat mendatangkan ketenangan jiwa hingga 97%.
Penelitian ini tidak dilakukan serampangan. Penelitian ini menggunakan peralatan canggih. Ternyata, respon emosi dari para audiens yang mendengarkan Al Qur'an menunjukkan gejala keadaan yang membaik. Yang awalnya depresi, sedih, kemudian berubah menjadi tenang.

Dr. Nurhayati dari Malaysia pada tahun 1997 melakukan penelitian terhadap bayi yang berusia 48 jam. Bayi-bayi tersebut diperdengarkan ayat-ayat Al Qur'an. Ternyata, mereka memberi respon tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Mencerdaskan Otak

Penelitian lain di Mesir menyatakan bahwa orang-orang yang membaca Al Qur'an potensi otaknya mengalami peningkatan secara drastis, hal ini dikarenakan ketika orang membaca Al Qur'an dilepaskannya hormon endorfin atau yang dikenal sebagai hormon bahagia.

Bukan hanya itu, anak-anak yang sudah menghafal Al Qur'an sejak kecil secara akademis akan menjadi anak yang cerdas walaupun tidak mengikuti pelajaran di sekolah formal. Ini saya ketahui waktu ada seorang sahabat bercerita tentang keponakan beliau yang sudah menghafal Al Qur'an bersama orang tuanya sejak kecil. Awalnya mereka home-schooling, tetapi dengan alasan tertentu akhirnya orang tuanya memasukkan mereka ke sekolah umum. Walaupun mereka 'anak baru' di sekolah tersebut, dalam waktu singkat ternyata mereka mampu mengalahkan anak-anak yang sudah jadi langganan juara umum.

Menjadi Obat

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).

Selain menjadi obat penyembuh bagi penyakit hati dan jiwa, Al Quran juga menjadi obat penyembuh penyakit fisik. Asy-Syinqithi dalam kitabnya, Tafsir Adhwa' al-Bayan mengatakan, Al Quran adalah obat penyembuh yang mencakup obat bagi penyakit hati dan jiwa, seperti keraguan, kemu nafikan, dan perkara lainnya. Bisa juga menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Rasulullah kerap kali berpesan, "Bagi kalian ada obat penyembuh, yakni madu dan Alquran." (HR Ibnu Majah dan al-Hakim)


Memberi Kemuliaan 

Al Qur'an adalah kalimat Allah yang mulia. Bagi siapapun yang beriteraksi dengannya, akan mendapatkan kemuliaannya juga. Ketika membacanya akan mendapat pahala. Ketika menghafalnya akan mendapatkan banyak keberkahan dunia dan akhirat.

Saya pernah mendapat cerita, ada satu keluarga yang membongkar makam seorang perempuan yang semasa hidupnya adalah penghafal Al Qur'an. Perempuan ini sudah dimakamkan beberapa tahun silam, tapi kondisi jasadnya masih utuh. Kain kafannya, wajahnya, semuanya masih seperti sedia kala. Allah memberinya kenikmatan berupa kemuliaan dunia dan akhiratnya.

Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang mempunyai keahlian membaca dan menghafal Al Qur’an, memberi kabar tentang kedudukan mereka, dan keistimewaannya dari yang lain.
Dari Abi Hurarirah ra ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al Quran-nya.
Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah SAW.: “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah hafal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW. kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al Baqarah?” Ia menjawab: Betul ya Rosulullah. Rasulullah SAW. bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”.
Sungguh Allah akan memuliakan Al Qur'an, memuliakan orang-orang yang mencintai, mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya.
Bacalah Al Qur'an, Allah jadikan Al Qur'an  sebagai penawar dari segala kegalauan, kegundahan, kesedihan, dan semua kesempitan hidup.
Bacalah Al Qur'an sambil membayangkan kebesaran Allah. Dengan begitu, akan luluhlah hati yang keras, tenanglah jiwa yang gusar, bertambahlah keimanan.
Semoga kita menjadi keluarga Allah bersama Al Qur'an.

November 09, 2018 29 comments
cheria holiday, traveling, napak tilas, bumi para nabi

Beberapa waktu yang lalu saya melihat postingan seorang publik figur Indonesia yang sedang melakukan wisata ke luar negeri, tepatnya di masjid Al Aqsha, Jordan, dan beberapa wilayah lainnya. Masyaallah, menyaksikan apa yang beliau bagikan melalui akun instagramnya membuat hati saya begitu rindu. Ingin rasanya saya ikut berada disana. Berjalan menyusuri setiap wilayah yang dilalui para Nabi semasa hidup mereka. Merasakan panas dan gersangnya padang pasir dan bukit batu. Menyaksikan benda-benda bersejarah peninggalan manusia-manusia mulia. Ahh.. semakin dibayangkan rasanya semakin besar kerinduan saya untuk bisa pergi ke sana.

Bukan hanya sang artis idola ini saja, banyak juga saya melihat liputan perjalanan serupa di televisi yang menunjukkan situs-situs bersejarah di 'Bumi Para Nabi' ini. 

Wisata muslim seperti ini memang sedang menjadi tren saat ini, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Untuk tujuan wisatanya pun sangat beragam, tak lagi didominasi pada negara-negara mayoritas muslim saja, bahkan negara non-muslim seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa pun kini sudah mulai berbenah menyambut wisatawan muslim.

Sebagai seorang muslim, tentu saya merasakan fenomena ini merupakan sebuah trend travelling yang membanggakan. Selain karena bisa jalan-jalan, wisata ke berbagai negara seperti ini tentu bisa memberikan pembelajaran tersendiri bagi setiap orang. Terutama bagi muslim, kita bisa melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah dalam perjalanan Islam di dunia, yang akhirnya akan membuat kita semakin memahami sejarah agama kita. Tapi, biasanya kan perjalanan seperti ini punya itinerary yang padat. Bagaimana dengan wisatawan muslim yang harus tetap melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu? Dan bagaimana dengan makanannya? Apakah terjaga kehalalan dan ke-thayiban-nya?

holiday, cheria holiday, masjid al  aqsha, muslim travelling



Cheria Halal Holiday Tour Travel hadir dalam rangka memenuhi salah satu kebutuhan umat muslim melakukan perjalanan wisata yaitu pentingnya menu halal di tempat kunjungan wisata dan dapat melaksanakan ibadah sholat dengan mudah di tempat kunjungan wisata walau ke negeri non muslim sekalipun. Berdiri sejak tahun 2012 Cheria Tour Travel sudah melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan bagi para pelanggannya. Cheria Halal Holiday Tour Travel atau juga disebut Cheria Holiday adalah pelopor wisata halal di Indonesia yang sekarang telah menjadi leader dalam industri wisata halal di Indonesia. Jadi kualitas pelayanannya tidak perlu diragukan lagi.

Salah satu produk Cheria Holiday adalah Paket Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Perjalanan selama sebelas hari ini akan mengunjungi tiga negara yaitu Palestina, Jordan, dan Mesir. Dalam paket perjalanan ini semua sudah terjadwal dengan rapi sejak hari pertama lho, jadi kita bisa tahu kapan dan kemana tempat-tempat yang akan kita kunjungi.


Hasil gambar untuk cairo international airport

Pada hari pertama, setelah bertolak dari bandara Soekarno-Hatta Indonesia, tujuan pertama adalah ke Cairo dengan penerbangan Oman Air pada pukul 14.50, lalu tiba di Cairo International Airport pukul 23.45 waktu setempat. Langsung disambut oleh pemandu yang berbahasa Indonesia, mengurus proses imigrasi, lalu peserta akan diantar langsung ke hotel tujuan untuk beristirahat. Hari pertama bermalam di Cairo.

Dihari kedua, perjalanan seharian di Cairo. Setelah sarapan pagi di hotel, wisata pertama adalah ke makam Imam Syafi'i. Lalu dilanjutkan mengunjungi Piramida, Sphinx, Parfume Factory dan Papyrus. Setelah makan siang bersama, tujuan berikutnya adalah Egyptian Museum, tempat koleksi mumi (Hiii..serem). Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Al Azhar, Husein Mosque, lalu ziarah ke makan cucu Rasulullah SAW. Lalu setelah itu ke Khan El Khalili Bazaar untuk belanjaaaa, ^^. Pasti seru sekali.

Hari ketiga, peserta sarapan pagi di hotel, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Alexandria dengan berkunjung ke Makam Nabi Daniyal dan Lukmanul Hakim, lalu ke Masjid Mursi Abu Abbas, Makam Imam Busiri, Makam Abu Darda dan menikmati indahnya Pantai Alexandria dari Istana Montazah yang merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga Raja Farouk. Mengunjungi Perpustakaan Alexandria, diajak melihat Laut Mediteranian, dan Citadel of Qaitbay lalu kembali ke Cairo untuk makan malam dan istirahat.



Waah, baru hari ketiga sudah terbayang kan serunya? Bagaimana dengan perjalanan dihari ke empat sampai ke sebelas? Merasakan indahnya kerinduan menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsha, menyusuri Laut Merah, menyaksikan lokasi sejarah Gua Ashabul Kahfi, dan lain-lain.

Masyaallah, perjalanan ini adalah perjalanan yang akan sangat menggetarkan iman bagi setiap muslim di seluruh dunia. Ditambah lagi dengan pelayanan yang prima dari Cheria Holiday, pasti akan menambah kenyamanan dalam beribadah walau sedang dalam perjalanan. Hal ini pasti akan membuat perjalanan napak tilas kita terasa sangat membekas dalam benak.

Cheria Holiday akan jadi pilihan yang pas untuk Anda yang akan melakukan wisata Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Jadi, kapan Anda akan berangkat bersama Cheria Holiday?
October 30, 2018 32 comments

gula putih, kesehatan, diabetes, lever, kegemukan

Gula putih adalah benda yang sangat akrab dengan keseharian kita. Gula ini sering kita gunakan untuk dicampurkan pada masakan, adonan kue, untuk menambah nikmat dalam minuman, dan lain sebagainya.

Gula sejatinya merupakan karbohidrat kompleks saat masih dalam bentuk aslinya yang berasal dari perasan tebu. Akan tetapi, setelah diproses dalam proses yang panjang, perasan tebu dipanaskan, dikristalkan, diputihkan, diberi pengawet, dan seterusnya. Sehingga hilanglah semua vitamin, protein, mineral, dan enzim lalu yang tersisa hanya karbohidratnya saja. Proses ini disebut rafinasi.

Karena kandungannya banyak hilang, beberapa pakar nutrisi menyebut gula pasir sebagai racun, bukan pemanis. Tahun 1957, Dr. William Coda Martin menjelaskan mengapa gula putih begitu berbahaya. Lalu dia memasukkan gula putih kedalam golongan racun (poison), bukan makanan. (William Coda Martin, "When is a Food a Food and When a Poison?", Michigan Organic News, March 1957).

Gula putih hasil rafinasi yang dimakan tiap hari akan menghasilkan keasaman tubuh yang tinggi, dan makin banyak mineral dari dalam tubuh yang dipakai untuk menyeimbangkan asupan tersebut.

Memakan gula putih lebih buruk dari pada tidak makan sama sekali karena ia akan menguras dan melarutkan vitamin dan mineral dalam tubuh. Lalu untuk memproteksi diri dari asupan gula yang tinggi, tubuh terpaksa menggunakan kalsium dari tulang atau gigi dan magnesium dari enzim dalam tubuh untuk menetralkan atau menyeimbangkan tubuh dari keasaman yang diakibatkan gula putih. Dari proses proteksi tubuh inilah yang akan menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis) dan gigi (gigi tipis dan berlubang).



Kelebihan asupan gula dapat memengaruhi seluruh organ tubuh. Mulanya gula akan disimpan dalam hati (lever) dalam bentuk glukosa (glikogen). Oleh karena kapasitas lever terbatas, asupan harian dari gula putih akan membuat gula menggelembung, seperti balon. Jika lever sudah maksimum, kelebihan glikogen tersebut dikembalikan ke dalam darah dalam bentuk fatty acids. Kemudian kan dibawa ke seluruh tubuh dan ditaruh di dalam tempat yang paling tidak efektif, seperti perut, pantat, payudara, dan paha. Jadinya kita tampak gemuk. Haduuhh.

Jika tempat-tempat ini pun sudah penuh sesak, fatty acids akan didistribusikan pada organ aktif, seperti jantung dan ginjal. Mulailah organ tersebut melemah dan berubah menjadi lemak. Seluruh badan terpengaruh karena organ tersebut melemah dan tekanan darah menjadi tidak normal. Kemampuan badan untuk imunitas menjadi berkurang dan tubuh kita tidak dapat merespons dengan cepat serangan dari luar, seperti dingin, panas, mikroba, atau virus.

Kelebihan gula berefek buruk pada otak. Kunci dari fungsi otak normal adalah asam glutamat. Vitamin B dalam tubuh akan mengubah asam glutamat ini menjadi senyawa kimia yang mengatur kerja otak. Vitamin B diproduksi oleh bakteri baik yang tinggal dalam usus. Ketika gula putih dikonsumsi setiap hari, maka bakteri ini akan melemah dan banyak yang mati. Akibatnya, produksi vitamin B menurun drastis.

Jadi, solusinya adalah bijaklah mengkonsumsi gula putih dalam keseharian kita dan mulai mengkonsumsi pemanis alami seperti madu, gula aren, gula kelapa, gula tebu, gula stevia, atau gula singkong.

Semoga bermanfaat ya.
----------------------------------------------------------------
*Source: Jurus Sehat Rasulullah, dr. Zaidul Akbar
October 29, 2018 2 comments

kuman, bakteri, kesehatan, probiotik, sehat, info
Allah Maha Sempurna, tidak ada kesempurnaan yang melebihi kesempurnaan-Nya. Kesempurnaan ini juga meliputi bagaimana Allah menciptakan kuman, bakteri, virus, parasit dan mikroorganisme lainnya di alam semesta ini. Semuanya diciptakan dalam rangka membuat keseimbangan yang sempurna.

Seorang dokter ahli yang lahir di Jepang kemudian pindah ke Amerika menyebutkan bahwa ternyata dalam tubuh manusia ada kuman. Kuman-kuman itu dapat dikategorikan dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu kuman baik, kuman jahat, dan kuman netral.
Menurutnya, jumlah ketiga kuman ini memiliki jumlah persentase yang tidak sama, yaitu kuman baik 30%, kuman jahat 20%, dan kuman netral 50%.

Setiap makanan dan minuman yang halal dan baik yang masuk ke dalam tubuh manusia menyebabkan bakteri netral bertransformasi menjadi bakteri baik. Kemudian, bakteri baik ini berkolaborasi dengan bakteri baik lainnya sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi lebih sehat.

Bakteri baik dan bakteri netral inilah yang membantu metabolisme dalam tubuh manusia berjalan lebih baik sehingga keluhan-keluhan seperti batuk, pilek, pegal-pegal dan masuk angin dapat dihindari. Lain ceritanya kalau produk yang dikonsumsi manusia bersumber dari bahan sintetik dan tidak asli, belum lagi ditambah dengan bahan kimia lainnya, bakteri netral tadi akan bertransformasi menjadi bakteri jahat. Hal itu akan membuat metabolisme tubuh terganggu, bahkan perasaan manusianya juga akan terganggu.

Jadi, kunci dari baiknya tubuh kita sebenarnya adalah terletak makanan yang kita konsumsi, yang pada akhirnya akan menentukan bakteri netral ini akan bertransformasi menjadi baik atau jahat. Tapi bukan hanya makanan tubuh saja, makanan pikiran juga berpengaruh. Setiap pikiran negatif yang kita rasakan dapat membuat bakteri yang hidup dalam tubuh kita menjadi stres. Buktinya, orang-orang yang sedang tidak enak hati tidak akan merasa enak makan. Makanan yang dimakan tidak akan terasa nikmat, akhirnya makanan itu tidak akan membekas. Pikiran negatif dapat merusak bakteri baik dalam tubuh, sehingga  bakteri ini tidak akan bisa membantu mencerna makanan, ujung-ujungnya tubuh kita bermasalah.

kuman, bakteri, kesehatan,

Alam semesta ini, termasuk kuman tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mengganggu manusia. Kuman, virus, dan bakteri tersebar dimana-mana, tetapi tidak semua orang terjangkit. Kenapa? Karena orang-orang itu sehat. Tubuh sehat, pikiran sehat, dan  mereka juga mempunyai pikiran yang positif, baik sangka terhadap tubuh mereka bahwa mereka sehat ini berasal dari keimanan mereka yang stabil.

Ada sebuah cerita. Ada dua orang anak, yang satu anak orang kaya, yang satu lagi anak orang biasa saja. Anak orang kaya saking takutnya kepada kuman, dia selalu membersihkan dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik 99,99 % ampuh membasmi kuman. Sementara itu, anak orang biasa ini juga mencuci tangan tapi tidak dengan menggunakan antiseptik. Suatu ketika kedua anak ini makan di warung pinggir jalan. Kira-kira, yang kemungkinan besar akan sakit perut, mual atau diare anak yang mana? Jawabannya adalah anak orang kaya. Kenapa? Karena ketakutannya terhadap kuman terlalu tinggi sehingga perasaan cemas ini melemahkan imunitasnya sendiri melalui proses neurohormonal.

Menurut sebuah penelitian, di tangan manusia ada sekitar 150 jenis bakteri yang bisa menjadi filter ketika tangan kita memegang sesuatu. Bila kita mencuci tangan dengan antiseptik secara berlebihan maka bakteri ini akan mati semua.

Rasulullah menganjurkan untuk menjilati jari-jari tangan setelah makan. Faedahnya adalah agar kuman dan bakteri di tubuh kita saling mengenal dan tidak saling menyerang. Inilah salah satu hikmah kenapa kita lebih baik makan menggunakan tangan langsung, dan ada pahala ketika suami menyuapi istri ketika makan, seperti hadits ini, “Sesungguhnya sedekah yang paling besar (imbalannya dari Allah) adalah sesuap nasi yang disuapkan oleh seorang suami ke mulut istrinya.” [Shahih: Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim no. 4185]

Selain kuman dan bakteri, ada juga flora normal dalam tubuh kita yang membantu metabolisme yaitu probiotik. Makanan dari probiotik ini disebut prebiotik. Memperbanyak probiotik dan prebiotik ini akan membuat tubuh kita terlindungi dari serangan luar dan serangan dari penyakit autoimun yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Masyaallah, baru mengetahui sedikit tentang makhluk Allah yang sangat kecil ini saja rasanya kita sudah berdecak kagum luar biasa, apatah lagi bila kita menyingkap semua hikmah dari semua ciptaan Allah.

Sungguh semakin kita mengenal makhluk, maka kita akan semakin cinta kepada penciptanya.
October 27, 2018 17 comments
Ada seekor keledai tua milik seorang petani tua. Petani itu sangat menyayangi keledainya, karena keledai ini telah menjadi sahabat perjuangan selama belasan tahun menyambung hidup. Si keledai adalah andalannya untuk membajak ladang, menebar benih tanaman, dan mengangkut panen.

Pada suatu sore, keledai ini terperosok ke dalam sebuah sumur tua yang sudah kering. Keledai itu meringkik-ringkik di dalam kegelapan sumur di bawah sana. Entah meringkik karena ia kesakitan, ketakutan atau mungkin kebingungan. Si Petani yang sangat menyayangi keledainya ini berusaha menolong. Dicobanya segala cara yang dia bisa agar keledainya itu dapat keluar.

Hasil gambar untuk keledai

Dia berpikir keras, apa yang harus dilakukannya. Mula-mula dia mengambil tali, diulurkannya ke dalam sumur. Diteriakinya sang keledai agar menggigit tali itu. Ditariknya kuat-kuat tapi justru talinya terlepas dari genggaman dan dia terpelanting. Dia coba lagi menggunakan tali yang ujungnya sudah diikat seperti lasso. Dia ulurkan lagi ke dalam sumur agar si keledai mengikatkan ke tubuhnya dan dia bisa menariknya ke atas. Dia mulai menarik tali itu. Berat, berat sekali, terdengar juga si keledai berseru-seru serak, seperti kesakitan. Ternyata tali itu tersangkut di lehernya saja. Gagal lagi. Dia mulai merasa sia-sia.

Melihat disekeliling ada rumpun bambu, dengan senjata yang dia bawa, ditebanglah sebatang bambu yang nampak kokoh lalu ia ulurkan pula ke dalam sumur, lalu ia minta keledai itu menjepit bambu itu dengan kaki-kakinya lalu dia tarik bambu itu ke atas. Tapi ternyata gagal juga. Dia coba cara lainnya. Dia padukan antara tali dan bambu, dicobanya pula balok-balok kayu, dan semua upaya yang dia bisa. Tetap tidak berhasil.

Tenaganya habis, harapannya pun juga mulai habis. Hari sudah semakin gelap. Akhirnya, dengan keputus-asaan dia memutuskan untuk menimbun saja keledai kesayangannya itu. Pikirnya, biarlah keledai tua ini beristirahat di dalam sana, setelah belasan tahun mengabdi. Matanya basah, dadanya sesak. Tangisnya tertahan, tapi dia mulai mengayunkan cangkul, dia mulai menimbun.

Segumpal dua gumpal tanah mengenai tubuh keledai. Keledai ini bingung dan marah. Dia sedang terjebak didalam sumur itu, tapi kenapa ada tanah yang masuk menimbun dirinya. Lama keledai diam. Tanah semakin banyak masuk ke dalam sumur, bertimbun-timbun. Melihat timbunan tanah yang semakin banyak, lalu tahu lah si keledai apa yang harus dilakukannya.
Dia angkat kakinya naik ke atas setiap timbunan tanah yang jatuh ke dasar sumur. Berpindah ke kanan atau ke kiri menghindari bongkahan tanah yang meluncur bertubi-tubi, atau menggoyangkan badannya saat guyuran tanah menimpa punggungnya. Timbunan tanah semakin meninggi, keledai terus naik. Hingga senja berubah menjadi malam.

Sang petani yang bersedih mengira bahwa keledainya telah tertimbun sempurna di dalam sumur gelap itu. Habis tenaganya, habis harapannya. Dia rebahkan tubuhnya di samping sumur itu. Lalu tiba-tiba, terdengar ringkikan keledai yang segera meloncati tubuhnya yang sedang berbaring itu. Keledai berhasil keluar.

kisah, hikmah, kisah hikmah, positive thinking, berpikir positif

Ibarat kita adalah keledai,  sumur itu adalah kesusahan, tanah itu adalah masalah. Kira-kira hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?

BAIK SANGKA

Keledai ini mengajarkan kita untuk melihat hal apa yang bisa dia lakukan dengan timbunan tanah yang menerpanya. Dengan baik sangka dia memanfaatkan peluang untuk meloloskan diri dari sumur gelap itu.
Ya. Berbaik-sangkalah pada setiap masalah yang menimpa. Karena timbunan masalah yang hadir menerpa dalam setiap 'sumur' kesusahan, akan mengangkat kapasitas diri kita menjadi lebih baik agar dapat keluar dari kegelapan, kekalutan, kemarahan dan kesedihan hidup.

Dengan berbaik sangka, jalan keluar dari setiap masalah akan tampak.
Dengan berbaik sangka pula, Allah akan tunjukkan kekuasaanNya.
Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?



October 18, 2018 28 comments
Bismillah

Sudah memasuki pertengahan bulan Oktober nih.
Saya ngerasanya kok cepet banget ya waktu berlalu. Rasanya belum lama ganti kalender, eh ini udah tinggal tiga lembar lagi abis deh 2018.
Mengingat ini saya merasa sedikit sedih, karena sebenernya saya udah nyusun target pribadi sejak tahun 2017 lalu, tapi sampe sekarang beberapa target  besar saya belum ada yang terealisasi. Termasuk menargetkan membaca empat buku tiap bulan.

Kenapa 'membaca buku' saya masukkan dalam target besar saya? Karena sejak menjadi seorang ibu, apalagi sekarang anaknya udah dua, yang satu masih balita yang satu lagi udah sekolah PAUD, membuat saya banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Alhasil saya serasa gak punya waktu lagi untuk duduk diam mengkhatamkan buku-buku yang sudah lama saya beli dan masih berjejer rapi di rak nya yang sudah mulai berdebu. Ditambah lagi sekarang ini judul-judul buku yang baru sudah berbaris pula dalam 'wishlist' saya.
Sepertinya mulai sekarang saya memang harus lebih serius menyusun aktifitas harian saya dengan menambahkan waktu khusus untuk membaca.

Menurut dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun.  Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Di bawah  Thailand dan di atas Botswana. Minat baca di Indonesia sangat rendah.

Tergelitiklah hati saya untuk melakukan sesuatu bagi negeri ini. Saya gak bisa merubah minat masyarakat Indonesia secara luas, maka dari itu saya ingin melakukan pergerakan kecil dengan mulai rutin membaca buku, yang bisa saya mulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil di sekitar saya yaitu keluarga. Hal ini menjadi salah satu alasan saya menjadikan membaca sebagai target.



Seandainya, ada yang bertanya pada saya seberapa penting membaca itu? Saya akan menjawab "SANGAT PENTING!"

Kenapa? Karena banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dengan membaca. Diantaranya :

1. Menambah wawasan dan pengetahuan
Gak bisa dipungkiri, sejak zaman dahulu kala orang-orang yang suka membaca buku biasanya memiliki wawasan yang luas. Mereka bisa mengetahui banyak hal seolah mereka sudah menjelajah seluruh dunia. Serba tau. Ketika berbincang dengan orang-orang yang suka membaca ini biasanya kita akan mendapatkan banyak informasi lain selain dari tema yang kita bicarakan, karena pengetahuan mereka juga semakin bertambah setiap harinya. Hal ini juga akan mendorong kita untuk mengnmbangkan diri dalam mengikuti perkembangan zaman.

2. Meningkatkan jumlah kosakata dan kemampuan bicara
Saya pernah menemui seseorang yang kalau ingin menjelaskan sesuatu itu agak rumit. Dan kadang justru penjelasannya tidak jelas sama sekali. Sampai saya harus bertanya dua atau tiga kali agar meyakinkan bahwa informasi yang saya terima tidak salah. Setelah saya kenal dengannya, ternyata beliau memang bukan orang yang rajin membaca. Terbukti, dengan rajinnya kita membaca, kemampuan kita akan meningkat 5 - 15 % dari kegiatan membaca. Kita akan kaya kosakata, dan sendirinya kemampuan untuk menjelaskan sesuatu, berbicara dengan runut, dan menggunakan kata/kalimat yang pas akan semakin terasah.

3. Memiliki pemikiran yang luas
Tulisan yang dituangkan ke dalam buku merupakan kumpulan ide-ide brilian dari penulisnya. Dengan banyaknya kita membaca buku. Maka kita akan mengerti jalan pemikiran para penulis. Ada yang seperti ini, ada yang seperti itu. Ada yang realistis, optimistis, dogmatis, obsesif, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita akan mengerti bahwa pemikiran orang lain itu beragam, dan kita akan paham seperti apa pemikiran orang-orang yang ada disekitar kita. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang terbuka terhadap perbedaan cara pandang.

4. Meningkatkan kemampuan berpikir analitis
Setelah banyak membaca buku, sudah banyak memiliki kosa kata yang pas dalam bicara atau menulis. Sudah mulai paham banyak cara berpikir orang lain, maka ada satu kemampuan yang meningkat dalam diri kita yaitu berpikir analitis. 
Kita tidak akan paham bagaimana menganalisa apa yang orang lain inginkan terhadap kita ketika kita sendiri tidak paham bagaimana dan kemana arah pembicaraan mereka. Dengan kemampuan analitis ini membantu kita bisa menilai fenomena sosial dalam masyarakat secara lebih obyektif .

5. Menurunkan tingkat stress hingga 60%
Saya penyuka novel. Ketika saya sedang membaca novel, saya akan larut dalam alur cerita dan tokoh didalam novel tersebut. Menggambarkan setiap situasi, kondisi dan posisi dalam cerita membuat saya seolah berada di belahan dunia yang lain. Semua stress dan kepenatan yang sedang melanda saya sebelumnya teringkir.
Kadang saat sedang baca buku non-fiksi pun pikiran saya membawa saya ke alam lainnya lagi, sehingga membaca benar-benar menjadi ajang refreshing bagi saya.
Perlu diketahui, ketika sedang membaca otot jantung kita akan melambat, sehingga meredakan ketegangan otot tubuh, otomatis tingkat stress akan berkurang.

6. Mampu terhindar dari penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.
Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.
Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain. (Sumber : Alodokter)
Orang yang rajin membaca buku akan 2,5 kali lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

Nah, masih mau malas membaca? Tentu tidak bukan?! 
Gambar terkait
October 15, 2018 10 comments
Salah satu peran penting ayah di dalam keluarga adalah economic provider, tapi bukan hanya itu, dalam tiga dekade terakhir banyak penelitian dilakukan oleh para ahli tentang pentingnya peran ayah dalam pendampingan tumbuh kembang anak. Hasilnya menunjukkan bahwa peran ayah sebagai pemberi perhatian dan kasih sayang (caregiver) memberikan pengaruh terhadap rasa kemandirian anak. Dan peran ayah sebagai konsultan dan penasihat (advocate) berpengaruh terhadap terbentuknya rasa kompetensi anak.

Masyaallah, hal ini baru kita ketahui akhir-akhir ini. Padahal Allah sudah menunjukkan hal ini di dalam Al Qur'an sejak lebih dari 14 abad yang lalu.

Karena hal inilah para ahli sangat menganjurkan kehadiran ayah dalam keseharian anak. Mendampingi mereka. Dan ayah tidak hanya menjadi 'mesin ATM' di dalam keluarga.
Kehadiran ayah akan sangat membekas dalam ingatannya hingga mereka dewasa, dan ini sangat baik bagi tumbuh kembangnya secara fisik dan psikis.

Tapi ada beberapa ayah yang bingung ketika bersama anak, 'mau ngapain ya?'

Nah berikut ini hal yang bisa ayah lakukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan agar memiliki quality time saat bersama?

1. Bantu Pekerjaan Rumah
Saat anak melihat ayah dan ibunya sama-sama bekerja sama dalam mengerjakan pekerjaan rumah, ia akan mencontoh perilaku ini saat sudah besar nanti. Dia akan terbiasa dengan sikap kerjasama, dan nantinya akan dia terapkan dalam kehidupannya bersama teman-teman, rekan kerja, bahkan keluarga kecilnya nanti. Long Life Learning.

2. Main Bersama
Bukan hanya melulu perhatian dari ibu, anak juga butuh perhatian dari ayah. Berikan waktu paling tidak 15 menit sehari untuk bermain bersama mereka. Fokus bermain bersama, tanpa ada gangguan  gadget. Momen seperti ini sangat berarti bagi anak. Dan ketahuilah bahwa kebersamaan orang tua dengan anak adalah warisan yang tak akan pernah terbayar dengan apapun, dan tak pernah lekang oleh waktu.


Sepedaan minggu pagi

3. Memecahkan Masalah
Anak-anak melihat ayahnya adalah "super hero". Biarkan mereka melihat ayahnya memperbaiki sepeda, membetulkan mainan, dan lain-lain. Ini mengajarkan anak memecahkan masalah dan menemukan solusi.

4. Tegas Katakan Tidak
Kadang banyak ayah yang sulit bilang "tidak boleh" ke anaknya. Mungkin karena waktu ayah yang banyak digunakan untuk bekerja, maka ketika bersama anak ayah jadi ingin memanjakan anaknya.
Tapi ibu dan ayah harus kompak untuk hal yang dilarang dan yang dibolehkan dengan menjalankan  program "parenteam" , agar anak  tidak bingung mana yang boleh menurut ibu dan ayahnya, dan mana yang tidak. Dengan kekompakan orang tua, anak akan menghormati kesepakatan itu dan menjalankannya.

5. Menunjukkan Kasih Sayang ke Ibu
Melihat ayah dan ibunya menunjukkan kasih sayang satu sama lain, misalnya pegangan tangan, atau pelukan, akan membuat anak merasa "secure". Anak perempuan akan belajar bagaimana mereka seharusnya diperlakukan, dan anak laki-laki belajar bagaimana harus memperlakukan perempuan saat besar nanti.

Nah bagaimana ayah? Sudah menyusun rencana yang akan dilakukan saat bersama anak-anak nanti? ^^
October 01, 2018 27 comments
Menjalani peran sebagai seorang ibu dengan dua anak yang masih kecil, saya sering merasa terhibur dengan aksi lucu mereka. Celoteh-celoteh gak jelas, gaya imut, kadang ekspresi memelas mereka yang bikin saya meleleh tak berdaya.
Tapi kadang saya juga harus mengelus dada sebanyak-banyaknya kalo anak-anak udah mulai bertingkah. Ada saja ulah mereka yang bikin kepala rasa berasap sampe ke telinga. Ditambah kalo lagi rempong sama tugas negara nih.

Kalo warasnya lagi high level, saya bisa langsung mempraktikkan ilmu parenting hasil semedi dari beberapa seminar dan buku yang udah disimak dan dipelajari dengan seksama. Tapi kalo warasnya low level pengen deh rasanya teriak sekencang-kencangnya, and say "heeiiiii, kalian ngapain.... bla bla bla.." Dari Sabang sampe Merauke emaknya nyanyi rayuan pulau kelapa. Ngomel dah.

Tapi pertanyaannya, kenapa sih anak-anak bisa bertingkah 'nakal' kayak gitu?

Hasil gambar untuk anak nakal

Yang pertama sebelum kita ngapa-ngapain anak, jangan langsung marah ya. Kita kudu 'understanding the WHY' dulu supaya bisa tau solusi apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi mereka.

Anak Ingin Perhatian
Sering terjadi saat orang tua sibuk dengan handphone, lagi ngobrol sama orang lain, atau sedang melakukan sesuatu yang membuat anak merasa ditinggalkan. Pernah kan?

Mencontoh Orang Lain
Anak belajar gimana caranya berprilaku dari apa yang dia lihat. Dia bisa mencontoh temannya, video games, atau kartun di televisi. Sulung saya pernah tiba-tiba ngambek yang gayanya persis kayak Upin lagi marah sama Kak Ros. Hahaha.. lucu tapi bikin gemes juga.

Kurang Kemampuan
Anak yang kurang punya kemampuan, baik itu komunikasi, problem solving, dll, akan bertingkah 'nakal'. Misal, anak ingin mainan yang dipegang temannya, kalau ia kurang bisa bersosialisasi, ia akan memukul temannya untuk mendapatkan mainan itu.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Ajari anak mengontrol emosinya, seperti perasaan sedih, marah, frustasi, cemas, bosan, dll. Misal kalo lagi marah ajarkan dia bilang "aku marah sama kamu", jadi emosinya bisa tersalurkan dan dia tidak terbiasa memukul lagi. Menurut saya ini sangat penting, karena dengan anak berani mengungkapkan perasaannya, dia akan belajar terbuka dan orang yang ada disekitarnya dapat mengetahui perasaannya dengan jelas.

Kebutuhannya Tidak Terpenuhi
Anak yang lapar, haus, mengantuk biasanya cenderung bertingkah nakal. Jadi hindari perilaku negatif anak dengan memenuhi kebutuhannya. Pernah si Adek Fira rewel banget semaleman, udah larut tapi belum tidur juga, dan adaaa aja tingkahnya yang bikin dia nangis, padahal keliatan banget dia udah ngantuk dan udah capek. Tiba-tiba saya ingat kalo dia ternyata belum makan malam karena tadi ngemil kue coklat. Langsung saya ambil makanan dari dapur dan ngajak dia makan.
"Dek, kita makan yuk." Eh dianya langsung duduk di dekat saya langsung minta suapin, lahap lagi makannya, ternyata rewelnya di karena lapar. Hehehe.

Mengetes Batas Kita
Saat  kita kasih peraturan ke anak, mereka kadang mau tau apa konsekuensi yang akan mereka dapatkan saat tidak mematuhi aturan kita.

Ini beberapa hal yang menyebabkan si anak bertingkah 'nakal', bisa jadi ada sebab-sebab lain selain ini, ada yang bisa menambahkan? Tulis di komen yuk . ^^

Baca juga : Dampak Buruk Smartphone Bagi Anak


September 29, 2018 2 comments
Sepasang suami istri adalah dua orang manusia yang dibesarkan dalam kultur keluarga berbeda sehingga akan membentuk pola atau cara komunikasi yang berbeda pula.

Ada yang di keluarganya ketika membicarakan sesuatu langsung pada inti pembicaraan alias to the point. Tapi ada juga keluarga yang kudu pake mukadimah dulu, penjabaran permasalahan dan lain sebagainya.

Dengan adanya perbedaan ini, komunikasi yang konon katanya adalah hal terpenting dalam menjaga hubungan bisa menjadi sebab dimulainya pertengkaran/ perdebatan diantara keduanya.


Adu argumen dalam pernikahan biasanya dipicu dari pemilihan kalimat yang kurang pas saat emosi lagi di puncak-puncaknya. Kita cenderung menyalahkan pasangan dengan pilihan kalimat kita, meskipun maksudnya tidak seperti itu.
"Kamu kok males banget nggak pernah bantuin aku beresin rumah"
"Kamu kok kerja mulu sih. Kamu lebih mentingin kerjaan ya daripada keluarga?"

Contoh kalimat ini disebut "You-statement", kalimat model seperti ini kesannya adalah 'menyalahkan pasangan'. Walaupun kadang memang benar si dia salah, tapi kalimat seperti ini tidak pas untuk diucapkan ketika sedang emosi walaupun kita ingin dia merubah kesalahan tersebut.

Lawan dari You-statement adalah "I-statement". 
I-statement ini lebih menggambarkan apa yang kita rasakan dan tidak terkesan menyalahkan pasangan. Biasanya pola bahasa seperti ini akan membuat lawan bicara lebih menerima apa yang diungkapkan pasangan.

Agar lebih mudah, yuk kita coba pelajari contoh pola komunikasi You-statement (YS) dan I-statement (IS) berikut ini.

YS : "Kamu kurang perhatian sama aku. Kamu gak pernah sempetin balas message aku atau telpon aku"
IS : "Kalo kamu gak bales message aku, aku jadi khawatir kamu kenapa-kenapa."

YS : "Kamu gak pernah bantuin aku beres-beres rumah. Selalu aku semua yang ngebersihin."
IS : "Aku kewalahan banget kalo kamu gak bantuin aku beresin rumah."

YS : "Kamu tuh boros banget. Gak pernah liat budget kalo beli barang."
IS : "Kalau kamu beli sesuatu diluar kebutuhan kita, aku khawatir budget bulanan kita gak cukup."

YS : "Kamu lebih mentingin pekerjaan dari pada keluarga kita."
IS : "Kalo kamu gak punya banyak waktu buat keluarga, aku merasa gak dipeduliin."

YS : "Kamu tuh terlalu sibuk sama handphone daripada merhatiin orang yang ada di depan kamu."
IS : "Kalo kamu sama handphone terus, aku ngerasa kalo aku gak penting di mata kamu."

Nah, gimana? Beda kan rasanya antara kalimat YS dan IS walaupun sebenarnya memiliki maksud yang sama. Insyaallah kalo kita mengaplikasi pola komunikasi seperti ini, suasana dirumah bakal lebih adem tentrem. 

Selamat mencoba ya ^^


September 28, 2018 33 comments
Assalamualaikum Smart Parents
Edisi rabu menggebu, tsaahhh.. mamake mau ketik-ketik dan oret-oret lagi nih.

Jaman Now

Gak bisa dipungkiri kalo jaman sekarang semua orang didunia ini pasti udah terpapar kecanggihan teknologi. Semakin hari semakin canggih. Semakin hari semakin banyak alat-alat baru yang dibuat dengan level kecanggihan yang semakin meningkat.
Kecanggihan meliputi seluruh semesta, dan yang merasakan kecanggihan teknologi ini, bukan hanya orang dewasa aja, tapi udah sampai ke level anak-anak, balita, bahkan bayi. Wooww..!

Dulu, dijaman kita kecil ya, (cie kita, emang seumuran?) ketika gak ada mainan, kita pasti bakal kreatif bikin mainan sendiri. Semua benda yang ada disekitar kita bisa berubah menjadi mainan yang asyik dan seru.
Imajinasi berterbangan diantara atmosfer ruangan tempat bermain, atau bahkan ikut melayang ke angkasa bersama udara bebas ketika sedang bermain dilapangan.

Gak mesti benda mahal, kadang barang kayak ember, sapu, spatula atau kemoceng udah bisa bikin kita tampil prima sebagai sebuah band keren dengan lagu Balonku dihalaman belakang. (Pengalaman pribadi ini mah, hahahah)

Tapi bagaimana dengan anak-anak jaman jigeum?
Pernah gak liat anak kecil yang lagi di depan gawai pada fokeus, sampe gak tau sekitar?
Pernah gak liat anak yang kalo gawainya diambil, mereka bengong gak tau mau ngapain?
Dan tau kah Parents kalo ternyata udah banyak banget kasus terjadi akibat dampak buruk dari paparan smartphone/tablet yang sering mereka hadapi?



September 26, 2018 2 comments

https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 22 207 1696800 ini-cara-netizen-indonesia-menyambut-hari-senin-di-medsos-FJsk0gM68d.jpg
Gambar dari sini

Semua hari adalah baik. Semua hari mengandung kesempatan yang sama untuk bisa mewujudkan semua harapan dan impian. Jalani semua proses kehidupan,  and say no to 'hate monday'.
Setelah beristirahat diakhir pekan,  akhirnya kembali ke rutinitas. Inget senin, pasti langsung terngiang wajah si Bos yang begini begitu, rekan kerja yang begini begitu, tumpukan file kerja yang begini begitu, dan semua yang serba begini begitu banyak sekali kayak permintaan Nobita ke Doraemon.

Belum lagi mikirin macet di jalan, akhir bulan, ada tagihan, dan hal remeh temeh yang kadang gak perlu dipikirin malah jadi keingetan semua, bikin tambah riweuh.
Gak sesederhana pikiran anak sekolahan yang mikirnya "Yaaa.. senin, yaa bakal upacara, panas-panasan, mana pe-er belom kelar, bla bla bla..", (itu pengalaman saya pribadi sih, hahaha).

Nah, gimana sama emak-emak super yang sibuknya meliputi semua kesibukan orang-orang serumah?
Ya nyiapin perlengkapan suami berangkat kerja, ya nyiapin perlengkapan anak sekolah, ya nyiapin sarapan dan bekal makannya. Waktu Pak Suami udah berangkat kerja, lah masih ada aja yang dikerjain, bahkan waktu si Emak berubah jadi Macan Ternak alias Mamah Cantik Anter Anak  malah kadang ikutan kena macet juga. Bisa dibayangin gimana rempongnya kalo ternyata sekolah anaknya beda-beda dan lokasinya jauh-jauh. Rasanya mesti fiuuhhh... warbyazaaa perjuangan Ibu Bangsa!

Kalo udah menyinggung masalah kerjaan emak-emak nih pasti gak akan ada kelarnya. Udahlah gak ada cuti, gak ada 'tanggal merah', semuanya berputar kayak roda yang lupa berhenti.

Memilih menjadi working mom pasti punya konsekuensi tersendiri bagi saya. Harus bisa mengerjakan tugas negara dengan sebaik-baiknya,  dan harus bisa menuntaskan pekerjaan kantor juga.
Capek gak?  Ya capek lah.
Pernah saking capeknya pas bangun tidur saya ngerasain seperti nge-blank, gak tau mau ngapain. Padahal rumah berantakan, cucian baju segunung, setrikaan sebukit, dan piring kotor udah selapangan bola? *lebay, hahaha
Lalu pas sadar mau ngapain ternyata waktu udah mepet, yang akhirnya grasa-grusu mengerjakan semuanya, tapi kerjaan rumah gak selesai, jadi sering ketinggalan barang, dan akhirnya pagi-pagi abis mandi malah udah keringetan.

Pas nyampe di kantor saya dalam keadaan udah capek duluan. Kadang saking kacaunya saya gak sadar ternyata saya belum minum seteguk air pun sejak bangun tidur hingga tiba di kantor. Ini jelas mengganggu kinerja saya, lalu saya bertekad agar bagaimanapun caranya saya gak mau ini terjadi lagi dikemudian hari.
Akhirnya berdasarkan pengalaman ini saya menemukan cara supaya gak kelimpungan mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat ngantor. Yaitu dengan membuat catatan perencanaan harian atau istilah kerennya daily planner.

Daily Planner
Sesuatu yang ditata dengan rapi, akan memudahkan. Maka dari itu, agar memudahkan pekerjaan, mari tata rapi agenda harian kita.
Dibawah ini langkah-langkah yang perlu dilakukan berdasarkan daily planner saya ya. Sederhana dan aplikatif, mudah-mudahan buibu jamaah rahimakumullah sekalian bisa mendapat pencerahan ya.

Daily plan saya gak full seharian, cuma dari bangun tidur sampe berangkat kerja aja, tapi insyaallah ini sangat membantu.

Yang perlu dilakukan saat mulai menyusun Daily Planner adalah :

1. Catat Semua Yang Akan Dikerjakan

Kenapa sih harus dicatat? Karena mencatat semua aktifitas yang akan dilakukan sejak bangun tidur sampai tidur lagi itu membuat kita benar-benar tau apa yang akan dikerjakan. Ini membuat waktu dan tenaga yang dikeluarkan menjadi efektif dan efisien.
Misalnya : Sholat, mengaji, nyapu rumah, masak nasi, nyuci baju, senam ringan, dll.
Catat saja semuanya.
Gambar berjudul Keep to a Daily Schedule Step 1
Gambar dari sini
2. Tentukan Berapa Durasinya
Tentukan jam berapa kita mau bangun tidur dan jam berapa akan berangkat kerja. Lalu kalkulasikan pekerjaan dan waktu yang dimiliki.
Misalnya : Bangun tidur Pukul 03.00 pagi, berangkat kerja pukul 06.30, jadi kita punya waktu 3,5 jam untuk mengerjakan pekerjaan yang sudah kita catat tadi.

3. Waktu Untuk Mengerjakan
Dari semua kegiatan yang sudah dicatat, sortir pekerjaan berdasarkan lama waktu pengerjaan. Pilih pekerjaan yang menggunakan waktu paling lama, lalu letakkan diurutan pertama.
Misalnya : pekerjaan yang paling lama adalah menanak nasi, maka jadikan menanak nasi pekerjaan yang dikerjakan nomor 1 di daftar. Selagi nasinya 'cook', kita bisa mengerjakan pekerjaan yang lain seperti menyapu, menyuci piring, dan lain-lain.

4. Tentukan Jam, Bukan Kira-kira
Susun semua rangkaian pekerjaan itu dalam satuan waktu yang jelas, jam dan menit, jangan hanya kira-kira. Ini akan membuat pergerakan yang tepat ketika mengerjakannya.

Misalnya : mencuci baju dari pukul 05.00-05.30, karena tau jatah nyuci bajunya setengah jam, maka kita bisa memperkirakan berapa banyak yang akan kita cuci, dan seberapa cepat menyucinya.

Gambar berjudul Keep to a Daily Schedule Step 11
Gambar dari sini 

5. Nikmati Ritmenya

Ketika awal saya menggunakan metode ini, saya bolak balik menengok ke catatan pekerjaan yang sudah saya tempel di dinding kamar, belum hafal, tapi saya senang karena gak kebingungan lagi mau mengerjakan apa.

Setelah ini saya mengerjakan ini, setelah ini mengerjakan ini, dan ini, dan ini. Dan dihari-hari kedepannya saya menikmati keteraturan yang akhirnya membuat saya gak kelimpungan lagi. Memang akan ada masa-masa yang membuat rencana kita menjadi tidak ideal, entah itu karena anak yang kecepetan bangun, kita yang kesiangan, milih nyantai karena libur, dan lain-lain. Tapi dengan adanya daily plan seperti ini kita bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal. Tetap nikmati setiap momentnya ya moms.

6. Kuatkan Tekad untuk Menjadi Lebih Baik
Setelah semuanya sudah disiapkan, jangan lupa, bahwa semua hal berasal dari diri kita sendiri. Bertekadlah lebih kuat untuk menjadi lebih baik, agar semua yang dilakukan memberi manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga kepada alam sekitar kita.

Daily plan ini bisa diaplikasikan untuk siapa saja ya, bebas. Bisa untuk semua kalangan juga. Oya, daily plan yang saya buat hanya dengan kertas putih dan pena. Jadi kalo misalnya mommies pengen berkreasi bikin daily plan yang cantik dan menarik pasti akan lebih baik.

Sekian dulu ya tipsnya, mudah-mudahan bermanfaat. Jangan lupa di share ya, siapa tau banyak orang yang membutuhkan ide sederhana ini.
September 24, 2018 27 comments
Newer Posts
Older Posts

FANPAGE

About me

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Asep Suryadi


Full time mother. Grateful Wife. Motivator wanna be. Blue lover. Khadijah binti Khuwailid fan.

Contact me : emjeaje@gmail.com

Follow Us

recent posts

Follower

Labels

anak ANAK INDONESIA beauty BISNIS blogcontest BLOGGER BENGKULU CHALLENGE COLLEGE COURSES CYBER daily dakwah DREAM ENGLISH entertainment financial technology finansial gadget handphone info INSPIRASI INTERNET kecantikan kehamilan KELUARGA kendaraan KESEHATAN KISAH kopi bengkulu kosmetik lifestyle lirik lagu make up MARRIAGE NULIS SEREMPAK otomotif PARENTING puisi review sedekah SELF DEVELOPMENT teknologi TIPS TRUE STORY WUJUDKAN MIMPI

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (25)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (8)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ▼  2018 (20)
    • ▼  December (4)
      • TANAH GERSANG
      • Siapkan Mental Anak Agar Menjadi Percaya Diri
      • 6 Hal Yang Akan Membuat Istri Makin Cinta
      • Jadilah Baik Tanpa Menjelekkan Orang Lain
    • ►  November (2)
      • Bercermin Pada Sikap Anak
      • Baca Al Qur'an Ada Efeknya??
    • ►  October (6)
      • Napak Tilas di Bumi Para Nabi Bersama Cheria Holiday
      • Benarkah Gula Putih Itu Racun?
      • Apakah Semua Kuman dan Bakteri Itu Jahat?
      • Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu
      • Apakah Penting? Ini 6 Manfaat Membaca!
      • 5 Hal Yang Dibutuhkan Anak dari Ayah
    • ►  September (6)
      • Kenapa Sih Anak Jadi Bertingkah Nakal?
      • You and I Statement
      • Dampak Buruk Smartphone Bagi Anak
      • Daily Planner Bagi Si Super Sibuk
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  October (1)

Viewer

Blogger Bengkulu

Blogger Bengkulu

Indonesian Female Blogger

Indonesian Female Blogger

Estrilook

Estrilook

Popular Posts

  • Honor 10 Lite, Smartphone Canggih dengan 5 Sensor
  • 5 Hal Yang Dibutuhkan Anak dari Ayah
  • Fatmawati : Inspirasi dari Bengkulu Untuk Indonesia
  • 8 Ide Kreatif Untuk Sedekah
  • Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu

Pages

  • Ceritanya Ini Saya

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates