Duhai
Kemanalah kiranya agar aku bisa pergi
Aku ingin bersendiri dalam kebersamaan dengan Mu
Menuangkan emosi dalam sedu sedan
Meluapkan lara dalam penghambaan
Duhai
Kemanalah aku harus pergi
Setiap jengkal bumi berpenghuni
Entahkah itu dipermukaan ataupun yang tlah digali
Aku ingin ke awan saja
Bolehkah?
Ku sedang ingin sendiri
Menangis sendu dengan penuh
Dihamparan alas permukaan bumi pada Mu
Duhai
Sungguh lelah menjalani uji duniawi
Sungguh ku merindu kampung halaman surgawi
Seperti pertanyaan sulungku tempo hari
Menanyakan kapan ke surga yang hanya ku jawab 'Nanti.'
Duhai
Betapa aku lemah tak berarti
Menghadapi satu tusuk duri aku sudah begitu merana menangis tak henti
Tidaklah lena melihat derita saudara disana yang berjuang syahid
Aku tetap tak kuat menahan sakit
Wahai
Sang Penjaga langit dan bumi yang tak pernah tidur
Aku tak pernah tau bagaimana kemampuan ku Kau ukur
Tapi setiap saat begitu ngeri
Aku takut setiap detik aku bisa saja mati
Pedang waktu selalu terhunus
Namun aku terus saja menghadapi ujian dan tak pernah lulus
Wahai
Sang Maha Lembut
Bolehkah ku meminta satu?
Ketika nanti nyawaku Kau cabut
Bolehkah aku menyebut namaMu?
-emje-
Kemanalah kiranya agar aku bisa pergi
Aku ingin bersendiri dalam kebersamaan dengan Mu
Menuangkan emosi dalam sedu sedan
Meluapkan lara dalam penghambaan
Duhai
Kemanalah aku harus pergi
Setiap jengkal bumi berpenghuni
Entahkah itu dipermukaan ataupun yang tlah digali
Aku ingin ke awan saja
Bolehkah?
Ku sedang ingin sendiri
Menangis sendu dengan penuh
Dihamparan alas permukaan bumi pada Mu
Duhai
Sungguh lelah menjalani uji duniawi
Sungguh ku merindu kampung halaman surgawi
Seperti pertanyaan sulungku tempo hari
Menanyakan kapan ke surga yang hanya ku jawab 'Nanti.'
Duhai
Betapa aku lemah tak berarti
Menghadapi satu tusuk duri aku sudah begitu merana menangis tak henti
Tidaklah lena melihat derita saudara disana yang berjuang syahid
Aku tetap tak kuat menahan sakit
Wahai
Sang Penjaga langit dan bumi yang tak pernah tidur
Aku tak pernah tau bagaimana kemampuan ku Kau ukur
Tapi setiap saat begitu ngeri
Aku takut setiap detik aku bisa saja mati
Pedang waktu selalu terhunus
Namun aku terus saja menghadapi ujian dan tak pernah lulus
Wahai
Sang Maha Lembut
Bolehkah ku meminta satu?
Ketika nanti nyawaku Kau cabut
Bolehkah aku menyebut namaMu?
-emje-
