Dunia Emjeaje

cheria holiday, traveling, napak tilas, bumi para nabi

Beberapa waktu yang lalu saya melihat postingan seorang publik figur Indonesia yang sedang melakukan wisata ke luar negeri, tepatnya di masjid Al Aqsha, Jordan, dan beberapa wilayah lainnya. Masyaallah, menyaksikan apa yang beliau bagikan melalui akun instagramnya membuat hati saya begitu rindu. Ingin rasanya saya ikut berada disana. Berjalan menyusuri setiap wilayah yang dilalui para Nabi semasa hidup mereka. Merasakan panas dan gersangnya padang pasir dan bukit batu. Menyaksikan benda-benda bersejarah peninggalan manusia-manusia mulia. Ahh.. semakin dibayangkan rasanya semakin besar kerinduan saya untuk bisa pergi ke sana.

Bukan hanya sang artis idola ini saja, banyak juga saya melihat liputan perjalanan serupa di televisi yang menunjukkan situs-situs bersejarah di 'Bumi Para Nabi' ini. 

Wisata muslim seperti ini memang sedang menjadi tren saat ini, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Untuk tujuan wisatanya pun sangat beragam, tak lagi didominasi pada negara-negara mayoritas muslim saja, bahkan negara non-muslim seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa pun kini sudah mulai berbenah menyambut wisatawan muslim.

Sebagai seorang muslim, tentu saya merasakan fenomena ini merupakan sebuah trend travelling yang membanggakan. Selain karena bisa jalan-jalan, wisata ke berbagai negara seperti ini tentu bisa memberikan pembelajaran tersendiri bagi setiap orang. Terutama bagi muslim, kita bisa melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah dalam perjalanan Islam di dunia, yang akhirnya akan membuat kita semakin memahami sejarah agama kita. Tapi, biasanya kan perjalanan seperti ini punya itinerary yang padat. Bagaimana dengan wisatawan muslim yang harus tetap melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu? Dan bagaimana dengan makanannya? Apakah terjaga kehalalan dan ke-thayiban-nya?

holiday, cheria holiday, masjid al  aqsha, muslim travelling



Cheria Halal Holiday Tour Travel hadir dalam rangka memenuhi salah satu kebutuhan umat muslim melakukan perjalanan wisata yaitu pentingnya menu halal di tempat kunjungan wisata dan dapat melaksanakan ibadah sholat dengan mudah di tempat kunjungan wisata walau ke negeri non muslim sekalipun. Berdiri sejak tahun 2012 Cheria Tour Travel sudah melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan bagi para pelanggannya. Cheria Halal Holiday Tour Travel atau juga disebut Cheria Holiday adalah pelopor wisata halal di Indonesia yang sekarang telah menjadi leader dalam industri wisata halal di Indonesia. Jadi kualitas pelayanannya tidak perlu diragukan lagi.

Salah satu produk Cheria Holiday adalah Paket Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Perjalanan selama sebelas hari ini akan mengunjungi tiga negara yaitu Palestina, Jordan, dan Mesir. Dalam paket perjalanan ini semua sudah terjadwal dengan rapi sejak hari pertama lho, jadi kita bisa tahu kapan dan kemana tempat-tempat yang akan kita kunjungi.


Hasil gambar untuk cairo international airport

Pada hari pertama, setelah bertolak dari bandara Soekarno-Hatta Indonesia, tujuan pertama adalah ke Cairo dengan penerbangan Oman Air pada pukul 14.50, lalu tiba di Cairo International Airport pukul 23.45 waktu setempat. Langsung disambut oleh pemandu yang berbahasa Indonesia, mengurus proses imigrasi, lalu peserta akan diantar langsung ke hotel tujuan untuk beristirahat. Hari pertama bermalam di Cairo.

Dihari kedua, perjalanan seharian di Cairo. Setelah sarapan pagi di hotel, wisata pertama adalah ke makam Imam Syafi'i. Lalu dilanjutkan mengunjungi Piramida, Sphinx, Parfume Factory dan Papyrus. Setelah makan siang bersama, tujuan berikutnya adalah Egyptian Museum, tempat koleksi mumi (Hiii..serem). Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Al Azhar, Husein Mosque, lalu ziarah ke makan cucu Rasulullah SAW. Lalu setelah itu ke Khan El Khalili Bazaar untuk belanjaaaa, ^^. Pasti seru sekali.

Hari ketiga, peserta sarapan pagi di hotel, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Alexandria dengan berkunjung ke Makam Nabi Daniyal dan Lukmanul Hakim, lalu ke Masjid Mursi Abu Abbas, Makam Imam Busiri, Makam Abu Darda dan menikmati indahnya Pantai Alexandria dari Istana Montazah yang merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga Raja Farouk. Mengunjungi Perpustakaan Alexandria, diajak melihat Laut Mediteranian, dan Citadel of Qaitbay lalu kembali ke Cairo untuk makan malam dan istirahat.



Waah, baru hari ketiga sudah terbayang kan serunya? Bagaimana dengan perjalanan dihari ke empat sampai ke sebelas? Merasakan indahnya kerinduan menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsha, menyusuri Laut Merah, menyaksikan lokasi sejarah Gua Ashabul Kahfi, dan lain-lain.

Masyaallah, perjalanan ini adalah perjalanan yang akan sangat menggetarkan iman bagi setiap muslim di seluruh dunia. Ditambah lagi dengan pelayanan yang prima dari Cheria Holiday, pasti akan menambah kenyamanan dalam beribadah walau sedang dalam perjalanan. Hal ini pasti akan membuat perjalanan napak tilas kita terasa sangat membekas dalam benak.

Cheria Holiday akan jadi pilihan yang pas untuk Anda yang akan melakukan wisata Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Jadi, kapan Anda akan berangkat bersama Cheria Holiday?
October 30, 2018 32 comments

gula putih, kesehatan, diabetes, lever, kegemukan

Gula putih adalah benda yang sangat akrab dengan keseharian kita. Gula ini sering kita gunakan untuk dicampurkan pada masakan, adonan kue, untuk menambah nikmat dalam minuman, dan lain sebagainya.

Gula sejatinya merupakan karbohidrat kompleks saat masih dalam bentuk aslinya yang berasal dari perasan tebu. Akan tetapi, setelah diproses dalam proses yang panjang, perasan tebu dipanaskan, dikristalkan, diputihkan, diberi pengawet, dan seterusnya. Sehingga hilanglah semua vitamin, protein, mineral, dan enzim lalu yang tersisa hanya karbohidratnya saja. Proses ini disebut rafinasi.

Karena kandungannya banyak hilang, beberapa pakar nutrisi menyebut gula pasir sebagai racun, bukan pemanis. Tahun 1957, Dr. William Coda Martin menjelaskan mengapa gula putih begitu berbahaya. Lalu dia memasukkan gula putih kedalam golongan racun (poison), bukan makanan. (William Coda Martin, "When is a Food a Food and When a Poison?", Michigan Organic News, March 1957).

Gula putih hasil rafinasi yang dimakan tiap hari akan menghasilkan keasaman tubuh yang tinggi, dan makin banyak mineral dari dalam tubuh yang dipakai untuk menyeimbangkan asupan tersebut.

Memakan gula putih lebih buruk dari pada tidak makan sama sekali karena ia akan menguras dan melarutkan vitamin dan mineral dalam tubuh. Lalu untuk memproteksi diri dari asupan gula yang tinggi, tubuh terpaksa menggunakan kalsium dari tulang atau gigi dan magnesium dari enzim dalam tubuh untuk menetralkan atau menyeimbangkan tubuh dari keasaman yang diakibatkan gula putih. Dari proses proteksi tubuh inilah yang akan menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis) dan gigi (gigi tipis dan berlubang).



Kelebihan asupan gula dapat memengaruhi seluruh organ tubuh. Mulanya gula akan disimpan dalam hati (lever) dalam bentuk glukosa (glikogen). Oleh karena kapasitas lever terbatas, asupan harian dari gula putih akan membuat gula menggelembung, seperti balon. Jika lever sudah maksimum, kelebihan glikogen tersebut dikembalikan ke dalam darah dalam bentuk fatty acids. Kemudian kan dibawa ke seluruh tubuh dan ditaruh di dalam tempat yang paling tidak efektif, seperti perut, pantat, payudara, dan paha. Jadinya kita tampak gemuk. Haduuhh.

Jika tempat-tempat ini pun sudah penuh sesak, fatty acids akan didistribusikan pada organ aktif, seperti jantung dan ginjal. Mulailah organ tersebut melemah dan berubah menjadi lemak. Seluruh badan terpengaruh karena organ tersebut melemah dan tekanan darah menjadi tidak normal. Kemampuan badan untuk imunitas menjadi berkurang dan tubuh kita tidak dapat merespons dengan cepat serangan dari luar, seperti dingin, panas, mikroba, atau virus.

Kelebihan gula berefek buruk pada otak. Kunci dari fungsi otak normal adalah asam glutamat. Vitamin B dalam tubuh akan mengubah asam glutamat ini menjadi senyawa kimia yang mengatur kerja otak. Vitamin B diproduksi oleh bakteri baik yang tinggal dalam usus. Ketika gula putih dikonsumsi setiap hari, maka bakteri ini akan melemah dan banyak yang mati. Akibatnya, produksi vitamin B menurun drastis.

Jadi, solusinya adalah bijaklah mengkonsumsi gula putih dalam keseharian kita dan mulai mengkonsumsi pemanis alami seperti madu, gula aren, gula kelapa, gula tebu, gula stevia, atau gula singkong.

Semoga bermanfaat ya.
----------------------------------------------------------------
*Source: Jurus Sehat Rasulullah, dr. Zaidul Akbar
October 29, 2018 2 comments

kuman, bakteri, kesehatan, probiotik, sehat, info
Allah Maha Sempurna, tidak ada kesempurnaan yang melebihi kesempurnaan-Nya. Kesempurnaan ini juga meliputi bagaimana Allah menciptakan kuman, bakteri, virus, parasit dan mikroorganisme lainnya di alam semesta ini. Semuanya diciptakan dalam rangka membuat keseimbangan yang sempurna.

Seorang dokter ahli yang lahir di Jepang kemudian pindah ke Amerika menyebutkan bahwa ternyata dalam tubuh manusia ada kuman. Kuman-kuman itu dapat dikategorikan dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu kuman baik, kuman jahat, dan kuman netral.
Menurutnya, jumlah ketiga kuman ini memiliki jumlah persentase yang tidak sama, yaitu kuman baik 30%, kuman jahat 20%, dan kuman netral 50%.

Setiap makanan dan minuman yang halal dan baik yang masuk ke dalam tubuh manusia menyebabkan bakteri netral bertransformasi menjadi bakteri baik. Kemudian, bakteri baik ini berkolaborasi dengan bakteri baik lainnya sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi lebih sehat.

Bakteri baik dan bakteri netral inilah yang membantu metabolisme dalam tubuh manusia berjalan lebih baik sehingga keluhan-keluhan seperti batuk, pilek, pegal-pegal dan masuk angin dapat dihindari. Lain ceritanya kalau produk yang dikonsumsi manusia bersumber dari bahan sintetik dan tidak asli, belum lagi ditambah dengan bahan kimia lainnya, bakteri netral tadi akan bertransformasi menjadi bakteri jahat. Hal itu akan membuat metabolisme tubuh terganggu, bahkan perasaan manusianya juga akan terganggu.

Jadi, kunci dari baiknya tubuh kita sebenarnya adalah terletak makanan yang kita konsumsi, yang pada akhirnya akan menentukan bakteri netral ini akan bertransformasi menjadi baik atau jahat. Tapi bukan hanya makanan tubuh saja, makanan pikiran juga berpengaruh. Setiap pikiran negatif yang kita rasakan dapat membuat bakteri yang hidup dalam tubuh kita menjadi stres. Buktinya, orang-orang yang sedang tidak enak hati tidak akan merasa enak makan. Makanan yang dimakan tidak akan terasa nikmat, akhirnya makanan itu tidak akan membekas. Pikiran negatif dapat merusak bakteri baik dalam tubuh, sehingga  bakteri ini tidak akan bisa membantu mencerna makanan, ujung-ujungnya tubuh kita bermasalah.

kuman, bakteri, kesehatan,

Alam semesta ini, termasuk kuman tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mengganggu manusia. Kuman, virus, dan bakteri tersebar dimana-mana, tetapi tidak semua orang terjangkit. Kenapa? Karena orang-orang itu sehat. Tubuh sehat, pikiran sehat, dan  mereka juga mempunyai pikiran yang positif, baik sangka terhadap tubuh mereka bahwa mereka sehat ini berasal dari keimanan mereka yang stabil.

Ada sebuah cerita. Ada dua orang anak, yang satu anak orang kaya, yang satu lagi anak orang biasa saja. Anak orang kaya saking takutnya kepada kuman, dia selalu membersihkan dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik 99,99 % ampuh membasmi kuman. Sementara itu, anak orang biasa ini juga mencuci tangan tapi tidak dengan menggunakan antiseptik. Suatu ketika kedua anak ini makan di warung pinggir jalan. Kira-kira, yang kemungkinan besar akan sakit perut, mual atau diare anak yang mana? Jawabannya adalah anak orang kaya. Kenapa? Karena ketakutannya terhadap kuman terlalu tinggi sehingga perasaan cemas ini melemahkan imunitasnya sendiri melalui proses neurohormonal.

Menurut sebuah penelitian, di tangan manusia ada sekitar 150 jenis bakteri yang bisa menjadi filter ketika tangan kita memegang sesuatu. Bila kita mencuci tangan dengan antiseptik secara berlebihan maka bakteri ini akan mati semua.

Rasulullah menganjurkan untuk menjilati jari-jari tangan setelah makan. Faedahnya adalah agar kuman dan bakteri di tubuh kita saling mengenal dan tidak saling menyerang. Inilah salah satu hikmah kenapa kita lebih baik makan menggunakan tangan langsung, dan ada pahala ketika suami menyuapi istri ketika makan, seperti hadits ini, “Sesungguhnya sedekah yang paling besar (imbalannya dari Allah) adalah sesuap nasi yang disuapkan oleh seorang suami ke mulut istrinya.” [Shahih: Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim no. 4185]

Selain kuman dan bakteri, ada juga flora normal dalam tubuh kita yang membantu metabolisme yaitu probiotik. Makanan dari probiotik ini disebut prebiotik. Memperbanyak probiotik dan prebiotik ini akan membuat tubuh kita terlindungi dari serangan luar dan serangan dari penyakit autoimun yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Masyaallah, baru mengetahui sedikit tentang makhluk Allah yang sangat kecil ini saja rasanya kita sudah berdecak kagum luar biasa, apatah lagi bila kita menyingkap semua hikmah dari semua ciptaan Allah.

Sungguh semakin kita mengenal makhluk, maka kita akan semakin cinta kepada penciptanya.
October 27, 2018 17 comments
Ada seekor keledai tua milik seorang petani tua. Petani itu sangat menyayangi keledainya, karena keledai ini telah menjadi sahabat perjuangan selama belasan tahun menyambung hidup. Si keledai adalah andalannya untuk membajak ladang, menebar benih tanaman, dan mengangkut panen.

Pada suatu sore, keledai ini terperosok ke dalam sebuah sumur tua yang sudah kering. Keledai itu meringkik-ringkik di dalam kegelapan sumur di bawah sana. Entah meringkik karena ia kesakitan, ketakutan atau mungkin kebingungan. Si Petani yang sangat menyayangi keledainya ini berusaha menolong. Dicobanya segala cara yang dia bisa agar keledainya itu dapat keluar.

Hasil gambar untuk keledai

Dia berpikir keras, apa yang harus dilakukannya. Mula-mula dia mengambil tali, diulurkannya ke dalam sumur. Diteriakinya sang keledai agar menggigit tali itu. Ditariknya kuat-kuat tapi justru talinya terlepas dari genggaman dan dia terpelanting. Dia coba lagi menggunakan tali yang ujungnya sudah diikat seperti lasso. Dia ulurkan lagi ke dalam sumur agar si keledai mengikatkan ke tubuhnya dan dia bisa menariknya ke atas. Dia mulai menarik tali itu. Berat, berat sekali, terdengar juga si keledai berseru-seru serak, seperti kesakitan. Ternyata tali itu tersangkut di lehernya saja. Gagal lagi. Dia mulai merasa sia-sia.

Melihat disekeliling ada rumpun bambu, dengan senjata yang dia bawa, ditebanglah sebatang bambu yang nampak kokoh lalu ia ulurkan pula ke dalam sumur, lalu ia minta keledai itu menjepit bambu itu dengan kaki-kakinya lalu dia tarik bambu itu ke atas. Tapi ternyata gagal juga. Dia coba cara lainnya. Dia padukan antara tali dan bambu, dicobanya pula balok-balok kayu, dan semua upaya yang dia bisa. Tetap tidak berhasil.

Tenaganya habis, harapannya pun juga mulai habis. Hari sudah semakin gelap. Akhirnya, dengan keputus-asaan dia memutuskan untuk menimbun saja keledai kesayangannya itu. Pikirnya, biarlah keledai tua ini beristirahat di dalam sana, setelah belasan tahun mengabdi. Matanya basah, dadanya sesak. Tangisnya tertahan, tapi dia mulai mengayunkan cangkul, dia mulai menimbun.

Segumpal dua gumpal tanah mengenai tubuh keledai. Keledai ini bingung dan marah. Dia sedang terjebak didalam sumur itu, tapi kenapa ada tanah yang masuk menimbun dirinya. Lama keledai diam. Tanah semakin banyak masuk ke dalam sumur, bertimbun-timbun. Melihat timbunan tanah yang semakin banyak, lalu tahu lah si keledai apa yang harus dilakukannya.
Dia angkat kakinya naik ke atas setiap timbunan tanah yang jatuh ke dasar sumur. Berpindah ke kanan atau ke kiri menghindari bongkahan tanah yang meluncur bertubi-tubi, atau menggoyangkan badannya saat guyuran tanah menimpa punggungnya. Timbunan tanah semakin meninggi, keledai terus naik. Hingga senja berubah menjadi malam.

Sang petani yang bersedih mengira bahwa keledainya telah tertimbun sempurna di dalam sumur gelap itu. Habis tenaganya, habis harapannya. Dia rebahkan tubuhnya di samping sumur itu. Lalu tiba-tiba, terdengar ringkikan keledai yang segera meloncati tubuhnya yang sedang berbaring itu. Keledai berhasil keluar.

kisah, hikmah, kisah hikmah, positive thinking, berpikir positif

Ibarat kita adalah keledai,  sumur itu adalah kesusahan, tanah itu adalah masalah. Kira-kira hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?

BAIK SANGKA

Keledai ini mengajarkan kita untuk melihat hal apa yang bisa dia lakukan dengan timbunan tanah yang menerpanya. Dengan baik sangka dia memanfaatkan peluang untuk meloloskan diri dari sumur gelap itu.
Ya. Berbaik-sangkalah pada setiap masalah yang menimpa. Karena timbunan masalah yang hadir menerpa dalam setiap 'sumur' kesusahan, akan mengangkat kapasitas diri kita menjadi lebih baik agar dapat keluar dari kegelapan, kekalutan, kemarahan dan kesedihan hidup.

Dengan berbaik sangka, jalan keluar dari setiap masalah akan tampak.
Dengan berbaik sangka pula, Allah akan tunjukkan kekuasaanNya.
Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?



October 18, 2018 28 comments
Bismillah

Sudah memasuki pertengahan bulan Oktober nih.
Saya ngerasanya kok cepet banget ya waktu berlalu. Rasanya belum lama ganti kalender, eh ini udah tinggal tiga lembar lagi abis deh 2018.
Mengingat ini saya merasa sedikit sedih, karena sebenernya saya udah nyusun target pribadi sejak tahun 2017 lalu, tapi sampe sekarang beberapa target  besar saya belum ada yang terealisasi. Termasuk menargetkan membaca empat buku tiap bulan.

Kenapa 'membaca buku' saya masukkan dalam target besar saya? Karena sejak menjadi seorang ibu, apalagi sekarang anaknya udah dua, yang satu masih balita yang satu lagi udah sekolah PAUD, membuat saya banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Alhasil saya serasa gak punya waktu lagi untuk duduk diam mengkhatamkan buku-buku yang sudah lama saya beli dan masih berjejer rapi di rak nya yang sudah mulai berdebu. Ditambah lagi sekarang ini judul-judul buku yang baru sudah berbaris pula dalam 'wishlist' saya.
Sepertinya mulai sekarang saya memang harus lebih serius menyusun aktifitas harian saya dengan menambahkan waktu khusus untuk membaca.

Menurut dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun.  Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Di bawah  Thailand dan di atas Botswana. Minat baca di Indonesia sangat rendah.

Tergelitiklah hati saya untuk melakukan sesuatu bagi negeri ini. Saya gak bisa merubah minat masyarakat Indonesia secara luas, maka dari itu saya ingin melakukan pergerakan kecil dengan mulai rutin membaca buku, yang bisa saya mulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil di sekitar saya yaitu keluarga. Hal ini menjadi salah satu alasan saya menjadikan membaca sebagai target.



Seandainya, ada yang bertanya pada saya seberapa penting membaca itu? Saya akan menjawab "SANGAT PENTING!"

Kenapa? Karena banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dengan membaca. Diantaranya :

1. Menambah wawasan dan pengetahuan
Gak bisa dipungkiri, sejak zaman dahulu kala orang-orang yang suka membaca buku biasanya memiliki wawasan yang luas. Mereka bisa mengetahui banyak hal seolah mereka sudah menjelajah seluruh dunia. Serba tau. Ketika berbincang dengan orang-orang yang suka membaca ini biasanya kita akan mendapatkan banyak informasi lain selain dari tema yang kita bicarakan, karena pengetahuan mereka juga semakin bertambah setiap harinya. Hal ini juga akan mendorong kita untuk mengnmbangkan diri dalam mengikuti perkembangan zaman.

2. Meningkatkan jumlah kosakata dan kemampuan bicara
Saya pernah menemui seseorang yang kalau ingin menjelaskan sesuatu itu agak rumit. Dan kadang justru penjelasannya tidak jelas sama sekali. Sampai saya harus bertanya dua atau tiga kali agar meyakinkan bahwa informasi yang saya terima tidak salah. Setelah saya kenal dengannya, ternyata beliau memang bukan orang yang rajin membaca. Terbukti, dengan rajinnya kita membaca, kemampuan kita akan meningkat 5 - 15 % dari kegiatan membaca. Kita akan kaya kosakata, dan sendirinya kemampuan untuk menjelaskan sesuatu, berbicara dengan runut, dan menggunakan kata/kalimat yang pas akan semakin terasah.

3. Memiliki pemikiran yang luas
Tulisan yang dituangkan ke dalam buku merupakan kumpulan ide-ide brilian dari penulisnya. Dengan banyaknya kita membaca buku. Maka kita akan mengerti jalan pemikiran para penulis. Ada yang seperti ini, ada yang seperti itu. Ada yang realistis, optimistis, dogmatis, obsesif, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita akan mengerti bahwa pemikiran orang lain itu beragam, dan kita akan paham seperti apa pemikiran orang-orang yang ada disekitar kita. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang terbuka terhadap perbedaan cara pandang.

4. Meningkatkan kemampuan berpikir analitis
Setelah banyak membaca buku, sudah banyak memiliki kosa kata yang pas dalam bicara atau menulis. Sudah mulai paham banyak cara berpikir orang lain, maka ada satu kemampuan yang meningkat dalam diri kita yaitu berpikir analitis. 
Kita tidak akan paham bagaimana menganalisa apa yang orang lain inginkan terhadap kita ketika kita sendiri tidak paham bagaimana dan kemana arah pembicaraan mereka. Dengan kemampuan analitis ini membantu kita bisa menilai fenomena sosial dalam masyarakat secara lebih obyektif .

5. Menurunkan tingkat stress hingga 60%
Saya penyuka novel. Ketika saya sedang membaca novel, saya akan larut dalam alur cerita dan tokoh didalam novel tersebut. Menggambarkan setiap situasi, kondisi dan posisi dalam cerita membuat saya seolah berada di belahan dunia yang lain. Semua stress dan kepenatan yang sedang melanda saya sebelumnya teringkir.
Kadang saat sedang baca buku non-fiksi pun pikiran saya membawa saya ke alam lainnya lagi, sehingga membaca benar-benar menjadi ajang refreshing bagi saya.
Perlu diketahui, ketika sedang membaca otot jantung kita akan melambat, sehingga meredakan ketegangan otot tubuh, otomatis tingkat stress akan berkurang.

6. Mampu terhindar dari penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.
Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.
Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain. (Sumber : Alodokter)
Orang yang rajin membaca buku akan 2,5 kali lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

Nah, masih mau malas membaca? Tentu tidak bukan?! 
Gambar terkait
October 15, 2018 10 comments
Salah satu peran penting ayah di dalam keluarga adalah economic provider, tapi bukan hanya itu, dalam tiga dekade terakhir banyak penelitian dilakukan oleh para ahli tentang pentingnya peran ayah dalam pendampingan tumbuh kembang anak. Hasilnya menunjukkan bahwa peran ayah sebagai pemberi perhatian dan kasih sayang (caregiver) memberikan pengaruh terhadap rasa kemandirian anak. Dan peran ayah sebagai konsultan dan penasihat (advocate) berpengaruh terhadap terbentuknya rasa kompetensi anak.

Masyaallah, hal ini baru kita ketahui akhir-akhir ini. Padahal Allah sudah menunjukkan hal ini di dalam Al Qur'an sejak lebih dari 14 abad yang lalu.

Karena hal inilah para ahli sangat menganjurkan kehadiran ayah dalam keseharian anak. Mendampingi mereka. Dan ayah tidak hanya menjadi 'mesin ATM' di dalam keluarga.
Kehadiran ayah akan sangat membekas dalam ingatannya hingga mereka dewasa, dan ini sangat baik bagi tumbuh kembangnya secara fisik dan psikis.

Tapi ada beberapa ayah yang bingung ketika bersama anak, 'mau ngapain ya?'

Nah berikut ini hal yang bisa ayah lakukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan agar memiliki quality time saat bersama?

1. Bantu Pekerjaan Rumah
Saat anak melihat ayah dan ibunya sama-sama bekerja sama dalam mengerjakan pekerjaan rumah, ia akan mencontoh perilaku ini saat sudah besar nanti. Dia akan terbiasa dengan sikap kerjasama, dan nantinya akan dia terapkan dalam kehidupannya bersama teman-teman, rekan kerja, bahkan keluarga kecilnya nanti. Long Life Learning.

2. Main Bersama
Bukan hanya melulu perhatian dari ibu, anak juga butuh perhatian dari ayah. Berikan waktu paling tidak 15 menit sehari untuk bermain bersama mereka. Fokus bermain bersama, tanpa ada gangguan  gadget. Momen seperti ini sangat berarti bagi anak. Dan ketahuilah bahwa kebersamaan orang tua dengan anak adalah warisan yang tak akan pernah terbayar dengan apapun, dan tak pernah lekang oleh waktu.


Sepedaan minggu pagi

3. Memecahkan Masalah
Anak-anak melihat ayahnya adalah "super hero". Biarkan mereka melihat ayahnya memperbaiki sepeda, membetulkan mainan, dan lain-lain. Ini mengajarkan anak memecahkan masalah dan menemukan solusi.

4. Tegas Katakan Tidak
Kadang banyak ayah yang sulit bilang "tidak boleh" ke anaknya. Mungkin karena waktu ayah yang banyak digunakan untuk bekerja, maka ketika bersama anak ayah jadi ingin memanjakan anaknya.
Tapi ibu dan ayah harus kompak untuk hal yang dilarang dan yang dibolehkan dengan menjalankan  program "parenteam" , agar anak  tidak bingung mana yang boleh menurut ibu dan ayahnya, dan mana yang tidak. Dengan kekompakan orang tua, anak akan menghormati kesepakatan itu dan menjalankannya.

5. Menunjukkan Kasih Sayang ke Ibu
Melihat ayah dan ibunya menunjukkan kasih sayang satu sama lain, misalnya pegangan tangan, atau pelukan, akan membuat anak merasa "secure". Anak perempuan akan belajar bagaimana mereka seharusnya diperlakukan, dan anak laki-laki belajar bagaimana harus memperlakukan perempuan saat besar nanti.

Nah bagaimana ayah? Sudah menyusun rencana yang akan dilakukan saat bersama anak-anak nanti? ^^
October 01, 2018 27 comments
Newer Posts
Older Posts

FANPAGE

About me

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Asep Suryadi


Full time mother. Grateful Wife. Motivator wanna be. Blue lover. Khadijah binti Khuwailid fan.

Contact me : emjeaje@gmail.com

Follow Us

recent posts

Follower

Labels

anak ANAK INDONESIA beauty BISNIS blogcontest BLOGGER BENGKULU CHALLENGE COLLEGE COURSES CYBER daily dakwah DREAM ENGLISH entertainment financial technology finansial gadget handphone info INSPIRASI INTERNET kecantikan kehamilan KELUARGA kendaraan KESEHATAN KISAH kopi bengkulu kosmetik lifestyle lirik lagu make up MARRIAGE NULIS SEREMPAK otomotif PARENTING puisi review sedekah SELF DEVELOPMENT teknologi TIPS TRUE STORY WUJUDKAN MIMPI

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (25)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (8)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ▼  2018 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (6)
      • Napak Tilas di Bumi Para Nabi Bersama Cheria Holiday
      • Benarkah Gula Putih Itu Racun?
      • Apakah Semua Kuman dan Bakteri Itu Jahat?
      • Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu
      • Apakah Penting? Ini 6 Manfaat Membaca!
      • 5 Hal Yang Dibutuhkan Anak dari Ayah
    • ►  September (6)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  October (1)

Viewer

Blogger Bengkulu

Blogger Bengkulu

Indonesian Female Blogger

Indonesian Female Blogger

Estrilook

Estrilook

Popular Posts

  • Honor 10 Lite, Smartphone Canggih dengan 5 Sensor
  • 5 Hal Yang Dibutuhkan Anak dari Ayah
  • Fatmawati : Inspirasi dari Bengkulu Untuk Indonesia
  • 8 Ide Kreatif Untuk Sedekah
  • Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu

Pages

  • Ceritanya Ini Saya

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates